kumparan
9 Januari 2019 17:43

Menyandingkan Rami Malek dan Gary Oldman, Aktor Terbaik Golden Globes

Rami Malek dan Gary Oldman (Foto: Graphic: Sabryna Putri Muviola/kumparan)
Perhelatan Golden Globes 2019 sukses digelar di The Beverly Hilton, Beverly Hills, California, Amerika Serikat, Senin (7/1) lalu. Namun, hingga kini masih banyak yang memperbincangkan ajang penghargaan untuk industri perfilman tersebut.
ADVERTISEMENT
Dalam ajang itu, terpilih aktor dan aktris terbaik dalam kategori masing-masing. Salah satunya adalah Rami Malek.
Pria 37 tahun tersebut mengalahkan beberapa nama besar lainnya dalam kategori 'Aktor Terbaik - Drama' Golden Globes 2019. Diantaranya Willem Dafoe, Lucas Hedges, John David Washington, hingga Bradley Cooper.
Rami Malek di Golden Globes 2019 (Foto: Paul Drinkwater/NBC Universal)
Ia berhasil memenangkan nominasi tersebut berkat perannya sebagai vokalis band legendaris Queen, Freddie Mercury, dalam film 'Bohemian Rhapsody'. Pemilik nama lengkap Rami Said Malek itu menampilkan akting yang memukau.
Cara berjalan, gestur, dialek, hingga bagaimana ia tampil di atas panggung disebut-sebut mampu menghidupkan kembali sosok legendaris Freddie Mercury yang meninggal dunia pada 24 November 1991 silam.
Ini merupakan kemenangan pertama bagi Malek di ajang Golden Globes. Namun sebelumnya, dia sudah pernah masuk ke daftar nominasi di acara tersebut.
ADVERTISEMENT
Malek sebelumnya menjadi nominator dalam kategori 'Aktor Terbaik dalam Serial Drama Televisi' pada perhelatan Golden Globes 2016 dan 2017. Ia masuk ke dalam nominasi tersebut berkat perannya dalam serial 'Mr. Robot'.
Rami Malek. (Foto: Instagram/@ramimalekonline @bohemianrhapsodymovie)
Aktor berdarah Amerika-Mesir ini mulai dikenal sejak membintangi film komedi 'Night at the Museum' yang tayang pada tahun 2006. Di film itu Malek berperan sebagai Firaun Ahkmenrah. Dia juga kembali memerankan karakter yang sama di sekuelnya, 'Night at the Museum: Battle of the Smithsonian' (2009) dan 'Night at the Museum: Secret of the Tomb' (2014).
Sebelum namanya terkenal, Malek mendapatkan peran kecil di awal kariernya dulu. Pada tahun 2004, Malek memerankan karakter bernama Andy dalam serial 'Gilmore Girls' musim keempat. Kala itu, ia hanya memiliki tiga baris dialog di episode 11.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu saja, di tahun yang sama, Malek berkesempatan menjadi pengisi suara untuk karakter tambahan di video game 'Halo 2'. Namun mirisnya, nama Malek tak dicantumkan di kredit.
Rami Malek sebagai Freddie Mercury (Foto: 20th Century Fox)
Malek kembali menjadi pengisi suara di video game horor berjudul 'Until Dawn' yang dirilis oleh PlayStation 4 pada 2015. Ia akhirnya dipercaya mengisi suara karakter utama dalam video game tersebut yang bernama Josh. Bukan hanya menyumbangkan suara, tapi Malek juga melakukan motion capture.
Rami Malek membuka tahun 2019 ini dengan manis. Tak hanya mendapatkan penghargaan Golden Globes sebagai 'Aktor Drama Terbaik', tapi dia juga memenangkan hati Lucy Boynton, lawan mainnya dalam film 'Bohemian Rhapshody'.
Gary Oldman dengan piala Golden Globe. (Foto: AFP/Frederic J. Brown)
Perhelatan Golden Globe Awards 2018 juga tak kalah seru dibandingkan tahun ini. Saat itu, aktor senior Gary Oldman berhasil memboyong pulang piala Golden Globes untuk kategori 'Aktor Terbaik-Drama' berkat aktingnya dalam film 'Darkest Hour'.
ADVERTISEMENT
Itu menjadi piala Golden Globes pertama yang diraih oleh Oldman setelah lebih dari 30 tahun berkecimpung di industri perfilman Hollywood. Pria berusia 60 tahun itu berhasil mengalahkan sederet aktor ternama lain seperti Timothée Chalamet 'Call Me By Your Name', Daniel Day-Lewis 'Phantom Thread', Tom Hanks 'The Post', dan Denzel Washington 'Roman J. Israel, ESQ'.
Oldman berperan sebagai Perdana Menteri Inggris Raya bernama Winston Churchill dalam film biografi berlatar perang tersebut. Akting dan penampilannya dalam film tersebut begitu meyakinkan dan sangat berbeda dengan sosok Oldman di kehidupan nyata.
Gary Oldman di film Darkest Hour. (Foto: dok. IMDb)
Saat melihat sosok Churchill dalam film tersebut, mungkin banyak yang tak percaya jika ternyata Oldman yang memainkan. Ia terlihat gemuk dan berkepala plontos, persis seperti Churchill di dunia nyata.
ADVERTISEMENT
Penampilan Oldman tak hanya terlihat berbeda dalam film 'Darkest Hour'. Ia juga berhasil memukau banyak orang di beberapa film lain yang pernah ia bintangi. Berkat totalitasnya mengubah penampilan dalam setiap filmnya, pemilik nama lengkap Gary Leonard Oldman itu kerap dijuluki sebagai 'Aktor 1000 wajah'.
Misalnya saja saat membintangi 'Sid and Nancy' di tahun 1986. Oldman yang saat itu baru berusia 28 tahun berhasil memerankan sosok Sid Vicious yang identik dengan gaya punk dan urakannya. Tak ada kumis atau brewok seperti kita melihat Oldman saat ini, wajahnya terlihat mulus dan lebih tirus dibandingkan sekarang.
Gary Oldman di film Sid & Nancy. (Foto: dok. IMDb)
Ayah tiga orang anak itu juga pernah berperan sebagai pangeran dari Transylvania yang dikutuk hidup abadi sebagai vampir dalam film 'Bram Stoker's Dracula' (1992). Tokoh yang dia mainkan dalam film itu bernama Count Dracula.
ADVERTISEMENT
Sosok Count Dracula adalah seorang pria tua yang memiliki wajah pucat, penuh kerutan, dan tak memiliki alis, serta rambut berwarna putih yang berbentuk seperti lambang hati.
Peran iconic lain yang pernah dimainkan oleh Gary Oldman adalah Sirius Black dalam film sekuel 'Harry Potter'. Dia merupakan sahabat dari mendiang orang tua Harry Potter yang sekaligus merangkap sebagai wali dari bocah berkacamata itu.
Gary Oldman di film Harry Potter. (Foto: dok. Wikia)
Berperan menjadi seorang ahli sihir, mantan narapidana, dan wali dari Harry Potter, Oldman harus bisa menjadi karakter yang cerdas, dan memperlihatkan sisi kebapakan dalam dirinya. Walau tak mendapat penghargaan dalam perannya di film ini, namun karakter Sirius Black yang iconic sangat melekat dalam diri Oldman hingga saat ini.
Di tahun 2018, Gary Oldman tak hanya memenangkan piala Golden Globes dalam kategori 'Aktor Terbaik'. Dia juga berhasil membawa pulang piala Oscars dalam kategori yang sama.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan