Mimpi Ardhito Pramono Menghapus Stigma Jazz Bikin Ngantuk

Nama Ardhito Pramono saat ini memang sedang ramai diperbincangkan. Bukan cuma karena wajah yang rupawan, karya-karya lagu bernuansa jazz yang ia ciptakan, mampu memikat hati banyak orang.
kumparan sempat menemui Ardhito sebelum tampil di JGTC 2019. Kala itu, Ardhito menceritakan seperti apa susahnya memulai karier sebagai musisi jazz di Indonesia.
"Mulanya gue selalu merasa sendiri. Bikin lagu sendiri, memperkenalkan karya gue juga sendiri dan karya gue mungkin awalnya tidak biasa untuk orang Indonesia. Bahkan awal-awal gue tuh sering dibilang, 'Gila, lo berani banget ya. Masih muda, main jazz, masuk label pula'," ucap Ardhito Pramono ketika ditemui di FEB Universitas Indonesia, Depok, Minggu (24/11).
Namun, lama kelamaan Ardhito berhasil menemukan komunitas musik yang cocok. Ia pun sempat mengucap banyak terima kasih pada Nona Ria yang membantu menaikkan pamornya di blantika musik Indonesia.
Kini, penyanyi berusia 24 tahun itu sudah tak lagi merasa sendiri. Ia mengaku senang dengan perkembangan seni di masyarakat Indonesia.
"Yang gue suka tuh di era sekarang pop culture Indonesia udah enggak itu-itu aja. Mulai beragam gitu. Semua punya penikmat dan tempat tersendiri di hati orang-orang. Untuk yang suka jazz mungkin mendengarkan gue, yang suka rock bisa ke .Feast dan lain sebagainya," kata Ardhito.
Meski begitu, ia merasa masih punya satu impian di industri musik yang belum tercapai hingga kini. Impian itu pun terdengar amat unik dan lucu.
"Saat ini, pokoknya gue ingin berusaha sebisa gue untuk menghilangkan stigma orang-orang yang bilang kalau jazz itu ngantuk," tuturnya.
"Soalnya kayak tadi, gue jalan ke sini gitu ya, terus ketemu orang dan dia ngomong, 'Bro, gue suka banget dengerin lagu lo. Sampai gue pengin tidur.' Itu yang kayak gitu-gitu tuh pengin gue hilangkan tuh," sambungnya seraya tertawa.
Menurut Ardhito, masyarakat Indonesia belum jauh mengenal genre musik kesukaannya, yaitu jazz. Padahal, ia tahu betul bagaimana sejarah jazz yang justru bertolak belakang dengan kesan ngantuk dan membosankan.
"Kan pada dasarnya jazz di era kejayaannya itu dipakai untuk ajojing (dansa). Jadi, seharusnya jazz ya tidak melulu ngantuk. Jazz itu seru, asyik, enggak membosankan," ujarnya.
Salah satu upaya Ardhito untuk mewujudkan impian itu adalah menelurkan EP terbaru di tahun depan. Melalui EP itu, ia harap semua orang bisa melihat spektrum lain dari musik-musik jazz lain yang sudah pernah ada di Indonesia.
"Gue siap untuk merilis EP lagi judulnya 'Craziest Thing Happened on My Backyard'. Di EP itu gue akan banyak bereksperimen dan nuansanya lebih ke 50's dan 60's, The Beatles gitu mungkin. Ada juga satu lagu gue yang nantinya bernuansa bossa nova. Seru deh," imbuh Ardhito Pramono.
