Monita Tahalea Ingin Bantu Anak-anak Flores Meraih Mimpi

#BeraniMimpi adalah kompetisi online fun-raising yang diinisiasi oleh Wahana visi Indonesia dengan tujuan untuk mengumpulkan dana bagi kebutuhan anak Indonesia yang kurang beruntung. Beberapa selebriti turut bergabung, salah satu di antaranya adalah Monita Tahalea, jebolan Indonesian Idol 2005.
Ia mengaku sudah dua kali terlibat kampanye dengan #BeraniMimpi. Dan dalam waktu dekat, ia akan pergi ke Flores untuk merayakan hari anak nasional di Bajawa, Flores.
"Hati saya resah melihat masa depan bangsa karena saya merasa bersyukur teah mendapat pendidikan yang layak dengan dengan teman-teman di daerah lain. Anak-anak harus ditanamkan moral, budaya, dan lain-lain sejak kecil. Jadi penting banget mereka dapat pendidikan yang layak," terangnya saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"Itu hal-hal yang sekarang saya pikirkan. Buat saya, selain berkarier, hidup ini akan bermakna kalau bisa saling membantu orang lain untuk meraih mimpi," lanjutnya.
Monita menambahkan, ia merasa terpanggil untuk kerja sosial.
"Bagi saya itu sebuah panggilan karena setiap orang melihat yang sama tapi yang terpanggil dan terpilih itu ya, panggilan hati. Untuk saya mungkin masih jauh, tapi saya mulai jalan dan melangkah melakukan yang saya bisa mulai dari hal-hal sederhana, seperti ikut nyanyi, jadi fund raiser, dan volunteer untuk merayakan bersama anak-anak," jelasnya.
Pemilik album 'Dandelion' juga ingin menginspirasi anak-anak Indonesia dengan mimpi-mimpinya. Ia juga percaya anak-anak itu akan membuat dirinya lebih baik.
"Saya bisa cerita tentang mimpi dan berbagai hal. Saya mau lihat kehidupan di daerah karena di Jakarta sudah penat, ya. Semua orang di Jakarta sudah pada sibuk dan individualis, ya, menurut saya. Makanya, saya ingin lihat hal lain. Dan bangun diri saya lebih baik," terangnya.
Nantinya, di Flores, ia akan menyajikan beberapa kegiatan untuk menyenangkan anak-anak, seperti bermain game, mengadakan pentas menari, drama, dan bernyanyi. Karena berdasarkan pengalamannya, ada beberapa anak yang tidak percaya diri untuk mengekspresikan dirinya.
"Berdasarkan pengalaman di Sumba, anak-anak di sana kurang percaya diri untuk maju bersekpresi. Seharusnya mereka happy, mereka harus bisa nyanyi dan lari-lari tapi karena enggak percaya diri jadi malu. Padahal, mereka mau tampil maju. Kasihan, harusnya bisa bebas berekspresi dan berani melangkah dan percaya diri untuk mewujudkan mimpinya," katanya.
