Kumparan Logo

Mr. Headbox Pakai Topeng karena Bullying, Bukan Ikuti Marshmello

kumparanHITSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mr. Headbox (Foto: Instagram @mr.headboxmusic)
zoom-in-whitePerbesar
Mr. Headbox (Foto: Instagram @mr.headboxmusic)

Obrolan siang kumparan (kumparan.com) dengan Mr. Headbox masih berlanjut. kumparan pun menanyakan soal 2 lagunya yang belum diproduksi. Tentang maknanya, dan seperti apa nuansanya.

"Buat 2 lagu selanjutnya, semua sama nuansanya kayak 'Young'. Lagu yang pertama tentang (perilaku) bully gitu. Yang kedua tentang kehidupan nyata, tentang orang yang pengin banggain orang tuanya," jelasnya.

Ya, Mr. Headbox bangkit berdiri lewat musik atas kasus bullying yang telah ia rasakan sejak ia duduk di bangku SD.

"Lagu kedua itu it's a very deep one karena dari pengalaman sendiri. Makanya aku enggak terlalu suka bersosialisasi. Aku sosialisasi sama orang yang ngerti sama aku aja, aku enggak bisa langsung dekat sama orang," ceritanya.

"Aku enggak ngerti kenapa aku di-bully. Mungkin karena basic karakternya, aku pendiam dan enggak suka bersosialisasi, jadi mereka enggak suka," lanjutnya.

Namun, Mr. Headbox menghadapinya dengan lapang dada. Yang penting, ia ingin menjadi dirinya sendiri.

instagram embed

"Aku nangkepnya gitu. Tapi, kalau aku enggak bisa enggak dan enggak suka, buat apa dipaksain? I just wanna be myself. And I keep it to myself, jarang cerita sama orang tua," tuturnya.

Dan apakah penggunaan boks di kepala Mr. Headbox itu bertujuan untuk bersembunyi dari rasa traumanya karena di-bully?

"Iya," jawabnya singkat. "Tapi, kalau disindir, santai saja, biarin saja. Balik lagi, itu pendapat mereka."

Mr. Headbox pun melanjutkan dengan mengatakan beberapa kalimat yang terkesan kritis--musik itu dinikmati tidak dengan mata, tapi dengan telinga.

"Aku banyak belajar dari Sia, statement-statement dia benar. Orang-orang itu mikirnya it's all about performance, tapi aku mengedepankan originalitas musik itu sendiri dan yang penting, pesannya tersampaikan. Dan aku bikin yang easy listening, jadi semua orang bisa nerima dan artinya bisa diketahui dengan mudah," ujarnya.

"Sekarang, orang-orang udah apresiasi (musik Mr. Headbox). Kepuasan tersendiri, finally ada yang menikmati apa yang sudah aku buat," sambungnya.

video youtube embed

Selain itu, menanggapi komentar-komentar netizen yang mengatakan bahwa dirinya disamakan dengan sosok Marshmello, ia mengaku tidak tahu siapa itu Marshmello pada awalnya. Maka dari itu, ia sempat memberikan klarifikasi lewat Instagramnya soal hal itu.

"Hampir semua videoku di Instagram ada Marshmello. Aku enggak ada inspirasi dari situ, karena aku enggak tahu ada dia awalnya. Aku terinspirasi dari sosok Shuffle Bot dari video klip 'Party Rock Anthem', dia shuffle pakai box. Ya, sudah," katanya.

Namun, ia berbesar hati dengan mengatakan bahwa setiap orang bebas menyampakaikan apa yanga ada di pikiran mereka. Dan hal itu benar adanya.

"Aku enggak sakit hati. Semua orang punya hak untuk bicara, baik buruknya tinggal nanggepinnya gimana," kata Mr. Headbox dengan tenang.

Di story selanjutnya, Mr. Headbox bicara soalnya latar belakang musiknya dan bagaimana ia mendapat kemampuan menyanyinya. Simak terus ya!