Musikal Senja Teduh Pelita, Upaya Kembangkan Pop Culture Indonesia
·waktu baca 3 menit

Musikal bertajuk Senja Teduh Pelita akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada 3-12 Juli 2026. Pertunjukan musikal itu merupakan kolaborasi Jakarta Movin dengan Maliq & D'Essentials dan didukung oleh Indonesia Kaya
Billy Gamaliel selaku Program Manager Galeri Indonesia Kaya mengaku senang dengan kehadiran pertunjukan tersebut. Ia menganggap melalui pertunjukan musikal, banyak hal yang bisa disampaikan maupun diperkenalkan.
"Dari mulai budaya kita, budaya Indonesia, seni khas Indonesia yang juga sangat banyak, talenta-talenta Indonesia, talenta-talenta muda yang juga baru bertumbuhan sekarang ini," ujar Billy dalam konferensi pers di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (3/6).
"Jadi melalui satu pertunjukan itu sangat bisa mengangkat Indonesia sebagai negara yang lebih digdaya gitu, lebih utuh secara secara negara," sambungnya.
Melalui seni pertunjukan, menurutnya penonton mampu membawa pesan yang sedikit banyak juga penting dalam membangun suatu tatanan kehidupan bermasyarakat.
"Itu juga sangat memberi harapan dan juga menjadi sarana refleksi buat kita karena kita percaya dari seni pertunjukan pun bukan hanya sekadar menghibur tapi juga pengennya melalui cerita yang disajikan tuh bisa membawa refleksi bagi para penontonnya, harapan, sehingga nanti pulang dari gedung teater juga sama-sama bisa membangun kehidupan yang lebih baik gitu," ungkap Billy.
Senada dengan Billy, produser sekaligus sutradara Musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono menilai pertunjukan ini sebagai langkah pengembangan budaya pop culture di Indonesia. Yang mana kali ini dilakukan melalui media seni pertunjukan.
"Jakarta Movin tuh pengennya nonton teater, especially nonton musikal, itu jadi bagian dari pop culture Indonesia. Dan salah satu strategi yang kita jalankan dan work, dan coba kita konsisten lakukan terus adalah bekerja sama lintas media gitu," kata Nuya.
Vokalis Maliq & D’Essentials, Angga Puradiredja, mengaku senang dengan kesempatan ini. Terlebih melalui pertunjukan ini, ia dan teman-temannya mampu melihat interpretasi baru dari lagu-lagu yang selama ini mereka ciptakan bersama.
"Musikal Senja Teduh Pelita menghadirkan perspektif baru terhadap karya-karya kami, dan hal itu menjadi sesuatu yang sangat kami apresiasi. Menyaksikan lagu-lagu yang selama ini hidup melalui rekaman dan panggung konser diterjemahkan ke dalam sebuah narasi yang utuh di atas panggung musikal merupakan pengalaman yang membahagiakan sekaligus membanggakan bagi kami," tutup Angga Puradiredja.
Latar Belakang Musikal Senja Teduh Pelita
Musikal Senja Teduh Pelita merupakan pertunjukan musikal science fiction futuristik yang diadaptasi dari lagu-lagu grup musik Maliq & D’Essentials.
Lebih dari 20 lagu Maliq & D’Essentials dipilih untuk dirangkai dan diadaptasi ke pertunjukan ini, seperti Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga lagu dari album baru Begini Begitu.
Menggabungkan kekuatan musik, teater, dan pesan reflektif tentang masa depan bumi, musikal ini menghadirkan kisah emosional tentang keberanian, harapan, dan perjuangan generasi muda di tengah dunia yang berada di ambang kehancuran.
Kisah ini membawa penonton ke masa depan ketika dunia porak-poranda akibat perubahan iklim, pengelolaan energi dan pembangunan yang tidak berkelanjutan, pandemi, hingga peperangan antarbangsa.
Dengan tingginya antusiasme pada penjualan tiket Presale BCA 1 dan 2 yang habis dalam beberapa hari, Pertunjukan Musikal Senja Teduh Pelita yang semula digelar 3-5 Juli 2026, diperpanjang menjadi 3-12 Juli 2026, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Tiket bisa kamu dapatkan hanya melalui website atau aplikasi Tiket.com.
