Kumparan Logo

Nadine Kei Inara, Peserta CoC yang Juga Aktif di Dunia Musik

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nadine Kei Inara, peserta Clash of Champions. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Nadine Kei Inara, peserta Clash of Champions. Foto: Dok. Istimewa

Kemunculan Nadine Kei Inara atau yang akrab disapa Kei sebagai salah satu peserta Clash of Champions (CoC) Season 3 sukses mencuri perhatian banyak orang. Di tengah deretan mahasiswa berprestasi dari berbagai universitas ternama, sosok Kei menjadi sorotan bukan hanya karena pencapaian akademiknya, tetapi juga perjalanan panjang yang membentuknya.

Saat ini, Kei tengah menempuh pendidikan di University of California (UC) Berkeley, kampus yang dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di dunia. Ia mengambil double major di bidang Data Science dan Business Administration di Haas School of Business, kombinasi yang mempertemukan kemampuan teknologi, analisis data, dan kepemimpinan bisnis.

Sejak usia 13 tahun, ia aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik internasional. Salah satu pencapaiannya adalah menjadi Juara 1 Asia Tenggara dan peringkat ketiga dunia dalam World Scholar's Cup yang digelar di Barcelona pada 2018. Setahun kemudian, Kei meraih peringkat keempat dunia pada Tournament of Champions di Yale University.

Nadine Kei Inara, peserta Clash of Champions. Foto: Dok. Istimewa

Di bidang diplomasi, Kei juga menorehkan prestasi sebagai Best Delegate dalam Oxford Model United Nations 2019 serta Harvard Model Congress 2020 di Jepang. Kompetisi tersebut mengasah kemampuan peserta dalam memahami isu global, menyusun argumentasi, bernegosiasi, hingga merumuskan solusi atas berbagai persoalan internasional.

Tak hanya unggul dalam kompetisi, Kei juga menunjukkan jiwa kepemimpinan sejak duduk di bangku SMA. Ia menjadi penggagas ide bisnis sekaligus memimpin tim yang seluruh anggotanya merupakan mahasiswa dalam Singapore University of Social Sciences (SUSS) Start-Up Impact Challenge, hingga berhasil meraih juara kedua.

Di sekolah, prestasi akademiknya pun konsisten. Hampir setiap tahun Kei memperoleh nilai tertinggi pada sejumlah mata pelajaran seperti Matematika, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Bahasa. Ia lulus sebagai Valedictorian sekaligus menerima PIAGETian Award.

instagram embed

Memasuki masa kuliah di UC Berkeley, perjalanan Kei tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Ia dipercaya menjabat sebagai Vice President of Outreach & Education di Berkeley Model United Nations (BMUN), organisasi yang menyelenggarakan konferensi Model United Nations tertua di dunia.

Selama periode 2023-2025, Kei juga menjadi Executive Director Nusantara, festival budaya yang digelar oleh Berkeley Indonesian Student Association. Melalui acara tersebut, budaya Indonesia diperkenalkan kepada masyarakat internasional lewat pertunjukan seni, kuliner, permainan tradisional, hingga berbagai ekspresi budaya Nusantara.

Selain itu, Kei turut membangun ruang belajar bagi anak muda melalui pendirian ByLaw, kompetisi peradilan internasional yang diikuti peserta dari lebih dari delapan negara. Ia juga menggagas International Model United Nations Conference yang mendapat dukungan dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

"Saya percaya belajar bukan hanya untuk menjadi yang terbaik, tetapi agar kita memiliki kapasitas untuk memberi manfaat. Apa pun bidang yang kita tekuni, pada akhirnya yang paling penting adalah bagaimana ilmu itu bisa membuka peluang, menghubungkan banyak orang, dan membawa sesuatu yang baik bagi lingkungan di sekitar kita," ujar Nadine Kei Inara, dalam keterangan tertulisnya.

Nadine Kei Inara juga Terjun ke Dunia Musik

Di luar aktivitas akademik, Kei juga menekuni dunia musik. Ia mulai menulis lagu sejak berusia 10 tahun dan pernah memenangkan lomba cipta lagu soundtrack untuk sebuah novel.

Hingga kini, ia telah merilis dua lagu orisinal berjudul Summer Come Faster dan It Hurts A Little dengan nama panggung Nadine Kei, di mana seluruh proses penulisan, aransemen, hingga produksinya dikerjakan sendiri.