Kumparan Logo

Nirina Zubir Berharap Polisi Juga Periksa Bisnis ART yang Gelapkan Aset Ibunya

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Artis Nirina Zubir saat konferensi pers terkait penyalahgunaan tanah milik keluarga di kawasan Antasari, Jakarta, Rabu (17/11). Foto: Agus Apriyanto
zoom-in-whitePerbesar
Artis Nirina Zubir saat konferensi pers terkait penyalahgunaan tanah milik keluarga di kawasan Antasari, Jakarta, Rabu (17/11). Foto: Agus Apriyanto

Aktris Nirina Zubir menjadi korban mafia tanah. Surat tanah milik mendiang ibundanya, Cut Indria Marzuki, digelapkan oleh mantan asisten rumah tangga (ART) bernama Riri Khasmita dan suaminya.

Polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka terkait perkara ini. Riri berserta suami dan seorang tersangka lain sudah ditahan oleh Polda Metro Jaya.

Tersangka kasus mafia tanah dengan korban Nirina Zubir dihadirkan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, (18/11). Foto: Agus Apriyanto

Dalam jumpa pers, Kamis (18/11), Nirina Zubir mengaku murka atas permasalahan ini. Sebab, mendiang ibunya bahkan belum sempat menikmati aset miliknya tersebut.

"Saya emosi karena ibu saya belum menikmati hasil jerih payahnya. Tapi, beliau (pelaku) punya mobil baru, bisnis baru," ungkap Nirina Zubir di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat.

Nirina Zubir bersyukur karena polisi bertindak cepat untuk menangkap para pelaku. Kini, ia berharap agar pihak kepolisian juga dapat menyelidiki sumber dana bisnis sang mantan ART.

"Saya mau diproses juga bisnisnya," ucap Nirina Zubir.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus, bersama korban Nirina Zubir saat konferensi pers terkait mafia tanah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, (18/11). Foto: Agus Apriyanto

"Saat ini mereka punya bisnis frozen food, sudah ada lima cabang. Saya ingin tahu, apakah itu juga hasil jerih payah ibu saya atau bukan," lanjutnya.

Nirina Zubir sama sekali tidak berniat untuk memberi ampun kepada para pelaku. Menurutnya, ini sudah sepantasnya didapat oleh mereka.

"Saya mengimbau kepada teman-teman semua, kita niatnya baik, jadi biarkan orang seperti mereka mendapatkan ganjarannya. Mereka sudah pakai baju tahanan, sekarang tinggal menunggu proses peradilannya," pungkas Nirina Zubir.

Dari kasus ini, Nirina Zubir mengalami kerugian hingga Rp 17 miliar. Saat ini, masih ada dua tersangka lain yang sedang dikejar oleh pihak kepolisian.