Kumparan Logo

Pak Ogah Alami Penyumbatan Darah di Otak dan Kesulitan Berbicara

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Abdul Hamid atau Pak Ogah terbaring sakit. Foto: Dok Pribadi/Yuyun
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Abdul Hamid atau Pak Ogah terbaring sakit. Foto: Dok Pribadi/Yuyun

Pengisi suara Pak Ogah, Abdul Hamid, kini tengah jatuh sakit. Abdul mengalami penyumbatan darah yang membuatnya kesulitan dalam berbicara.

Hal ini dibenarkan oleh istri Abdul, Yuyun Widayanti. Yuyun mengatakan bahwa sudah kurang lebih tiga bulan Abdul Hamid alias Pak Ogah mengalami kondisi tersebut.

embed from external kumparan

“Iya penyumbatan (darah di) otak, kiri kanan, dari tiga bulan lalu dan enggak sembuh. Begini aja dan enggak nyambung lagi. Sampai sekarang tiga bulan kuranglah,” ungkap Yuyun, di kawasan Jatiasih, Bekasi, Selasa (25/5).

Awalnya memang tak ada gejala apa pun yang dialami Abdul. Namun, Abdul mulai menunjukkan keanehan ketika dia menyebut handphone-nya rusak.

embed from external kumparan
Kondisi Abdul Hamid atau Pak Ogah terbaring sakit. Foto: Dok Pribadi/Yuyun

“Dia cuma mau ngisi suara, mau balas WA dari yang lain. Dia bilang, sambil dilempar HP itu, ‘Kok, ini HP rusak?’ 'Coba sini saya betulin,' saya betulin, ‘Ini HP enggak rusak.’ Dilempar lagi, ‘Rusak ini,'” tuturnya.

“Akhirnya, beberapa kali bilang HP rusak, ini bukan HP yang rusak, tapi otaknya yang rusak. 'Ayo, sekarang ke rumah sakit.' ‘Enggak, ah,'" tambah Yuyun, meniru percakapannya dengan sang suami beberapa waktu lalu.

embed from external kumparan

Abdul memang sempat menolak menjalani perawatan di rumah sakit. Kini, Abdul menjalani serangkaian pengobatan alternatif. Namun, kondisinya belum menunjukkan perubahan.

“Kalau kondisinya ya begitu aja yang tadi dilihat, cuma kadang-kadang ngedrop, ngedropnya seluruh badan panas, suara pun hilang walau cuma ‘E... E...’ aja,” tutur Yuyun.

Yuyun mengatakan, beberapa hari lalu suaminya minta dibelikan obat. Namun, Abdul hanya minta dicarikan obat agar suaranya bisa kembali normal karena selama ini ia mencari nafkah dengan mengandalkan suara.

“Akhirnya karena sekarang ini, suaranya enggak ada, penghasilan pun enggak ada, tambah stres,” pungkasnya.