Paket Santet Raup 45 Ribu Penonton di Hari Pertama Tayang

Film horor Paket Santet mencatatkan capaian positif pada hari pertama penayangannya di bioskop. Film produksi BASE Entertainment tersebut disaksikan lebih dari 45 ribu penonton sejak tayang serentak di seluruh Indonesia pada Kamis (27/8).
Jumlah tersebut sekaligus menempatkan Paket Santet sebagai film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak pada hari pertama di antara film Indonesia lain yang tayang pada waktu yang sama, termasuk Operasi Pesta Copet dan Rumah Singgah.
Antusiasme penonton ini tak lepas dari premis Paket Santet yang menghadirkan teror melalui sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni paket kiriman.
Film garapan sutradara Dinna Jasanti tersebut mengisahkan tujuh mahasiswa, Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri).
Kehidupan mereka berubah setelah satu per satu menerima paket misterius tanpa nama pengirim. Rasa penasaran membuat mereka berusaha mencari tahu siapa pengirim paket tersebut dan alasan mereka menjadi sasaran.
Penyelidikan itu kemudian membawa mereka pada sebuah persoalan dari masa lalu. Teror yang dialami ketujuh mahasiswa tersebut ternyata berkaitan dengan luka lama akibat perundungan yang selama ini dianggap telah selesai.
Namun, bagi korban, pengalaman tersebut ternyata meninggalkan luka yang belum benar-benar sembuh.
Debut Fiki Naki
Capaian Paket Santet pada hari pertama juga menjadi momen spesial bagi Fiki Naki. Lewat film ini, Fiki menjalani debutnya di layar lebar sebagai Firza.
Ia mengaku tidak menyangka film perdananya mendapat sambutan besar sejak hari pertama penayangan.
“Saya benar-benar tidak menyangka bahwa film ini akan disambut seperti ini di hari pertama. Ini debut saya di layar lebar dan mengetahui bahwa penonton memilih untuk hadir sejak hari pertama membuat saya tidak punya kata-kata selain bersyukur,” kata Fiki Naki.
Menurut Fiki, pencapaian tersebut bukan hanya menjadi kebahagiaan personal baginya, tetapi juga merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam produksi Paket Santet.
“Ini bukan hanya pencapaian saya, tapi pencapaian seluruh tim yang sudah bekerja keras sejak lama untuk menghadirkan film ini,” ujarnya.
Kini, Paket Santet masih dapat disaksikan di bioskop-bioskop Indonesia. Film ini menawarkan teror yang berawal dari sebuah paket misterius, sekaligus membawa cerita tentang luka masa lalu yang ternyata belum benar-benar berakhir.
