Pandemi Banyak Pengaruhi Cara Twenty One Pilots Membuat Album Baru Scale and Icy

Grup musik Twenty One Pilots telah merilis dua lagu di tahun ini, yakni Choke dan Shy Away. Nantinya, dua lagu itu akan menjadi bagian dari album terbaru mereka, Scale and Icy, yang akan rilis di akhir Mei mendatang.
Menurut Tyler Joseph, vokalis Twenty One Pilots, lagu-lagu di album Scale and Icy banyak terpengaruh dari situasi pandemi COVID-19 yang masih terjadi hingga saat ini di seluruh dunia. Tyler menjelaskan, kondisi pandemi mendorong dirinya dan drummer Josh Dun untuk menjadi lebih imajinatif.
"Di masa seperti ini, kami tak mau membuat lagu yang terkesan sedih. Kami justru ini melawan keterbatasan di masa pandemi. Karena itu, kami membuat lagu-lagu yang sangat imajinatif, berwarna, dan penuh pengharapan. Aku rasa, lagu-lagu di album ini bisa membantuku melewati pandemi dan semoga bisa juga membantu banyak orang lainnya," ungkap Tyler saat diwawancarai kumparan beberapa waktu lalu.
Representasi dari kisah imajinatif yang Tyler katakan dapat dilihat melalui artwork dari album Scale and Icy. Ya, di artwork dari album tersebut ada seekor naga biru yang Twenty One Pilots beri nama Trash.
"Biasanya, kami menulis album saat sedang tur keliling dunia. Kali ini, kami membuat album saat terjebak di rumah masing-masing. Agar musik kami tidak ikut 'terjebak', kami coba mengimajinasikan satu tokoh naga yang seolah-olah berputar di kamar kami. Dia lah representasi imajinasi kami di album ini," kata Tyler Joseph.
"Aku memilih naga karena personanya yang terasa magis. Harapannya, aku ingin lagu-laguku di album ini terasa sekuat dan seistimewa seekor naga. Tetap relatable, tapi penuh fantasi dan imajinatif," sambungnya.
Nuansa Beda di Lagu Terbaru Twenty One Pilots
Dua lagu yang sudah Twenty One Pilots rilis memiliki nuansa musik berbeda jika dibandingkan dengan dua album sebelumnya, Blurryface (2015) dan Trench (2018). Malahan, dua lagu itu terdengar seperti karya-karya Twenty One Pilots di album self-titled (2009).
Tyler Joseph memang secara sadar melakukan hal itu. Ia pun menjelaskan alasannya.
"Semua album Twenty One Pilots adalah aksi dan reaksi. Saat kami membuat Trench, itu adalah reaksi dari album Blurryface yang meledak di pasaran. Jadi, album ini adalah reaksi dari album Trench. Karena itu, lagu-lagu di album ini pasti punya nuansa yang berbeda dari Trench yang kami rasa sangat kelam dan dark," tuturnya.
****
Saksikan video menarik di bawah ini:
