Kumparan Logo

'Paradox', Sebuah Album Tentang Isyana Sarasvati

kumparanHITSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Isyana Sarasvati (Foto: Instagram @isyanasarasvati)
zoom-in-whitePerbesar
Isyana Sarasvati (Foto: Instagram @isyanasarasvati)

Pada 1 September lalu, Isyana Sarasvati akhirnya meluncurkan albumnya yang ke-2. Berjudul 'Paradox', album tersebut berisi 10 lagu bernuansa pop.

Pada Maret lalu, Isyana sudah lebih dulu merilis single pertamanya, yakni 'Anganku Anganmu' yang juga berkolaborasi dengan Raisa. Lagu tersebut pun sukses di pasaran, sekaligus menjawab pertanyaan para penggemar apakah dua penyanyi muda ini berseteru atau tidak.

Setelahnya, yakni pada bulan Mei, Isyana kembali merilis single-nya yang ke-2, 'Sekali Lagi'. Lagu tersebut didominasi dengan permainan piano dan orkestra, membuatnya terdengar sangat megah. Jadi, tidak heran apabila lagu tersebut dijadikan soundtrack untuk film 'Critical Eleven'.

instagram embed

Kini, album penuh gadis berusia 24 tahun itu sudah dirilis. Apakah dua single terdahulunya mewakili album 'Paradox'? Bisa dibilang, cukup mewakili sampai akhirnya kalian mendengarkan satu per satu lagu di album tersebut.

'Paradox' dimulai dengan 'Echo', lagu dengan sentuhan tropical house dan dance pop yang mengajak para pendengarnya untuk menganggukkan kepala mereka. Lagu ke-2 adalah 'Terpesona' yang berduet dengan Gamaliel Tapiheru 'GAC'. Suara indah Gamal menyeimbangkan suara Isyana dalam menghadirkan vokal yang unik.

embed from external kumparan

'Nada Cinta' adalah lagu ke-3. Lagu ini dibuka dengan alunan gitar akustik dan sungguh memanjakan telinga. Selanjutnya, ialah 'Lembaran Buku'. Kelihatannya, lagu ini adalah karya idealis Isyana karena dibuka dengan permainan piano klasik yang menenangkan. Setelahnya, denting piano yang dihadirkan berpadu apik dengan lantunan gitar akustik. Liriknya pun cukup dalam.

Seperti ku tegak berdiri, Di atas kertas putih,

Seperti kencangnya berlari, Tanpa tujuan henti,

Halaman tawa yang aku cari, Telah hangus namun di hati, Percaya terangkan kembali, Beranikan diri.

embed from external kumparan

Lagu selanjutnya adalah 'Mad'. Isyana sukses mengejutkan seluruh pendengarnya lewat lagu ini, karena 'Mad' adalah lagu bernuansa pop/jazz yang dibikin sedikit nge-rock. Lagu ini sangat fun untuk didengarkan dan kami bisa membayangkan akan ada orang-orang yang bergoyang ke kanan dan ke kiri kala lagu ini dibawakan oleh Isyana secara live.

embed from external kumparan

'Anganku Anganmu' berada di urutan ke-6, dan 'Winter Song' dimainkan setelahnya. 'Winter Song' menggabungkan dua suara Isyana, yakni suaranya yang biasa dan suara falsetto-nya. Selain mengusung nuansa pop, lagu ini juga dikemas dengan sentuhan RnB.

Setelahnya, ada 'That's It, I'm Done' yang kental akan nuansa pop dan RnB. 'Sekali Lagi' pun bermain setelahnya, membawa kesenduan yang seakan menyeruak dengan cepat ke segala sudut ruangan. 'Gelora' adalah lagu terakhir, yang kelihatannya sengaja didapuk untuk memberikan kecerian sebagai penutup.

Dari 10 lagu di atas, favorit kumparan (kumparan.com)--selain 'Anganku Anganmu' dan 'Sekali Lagi', tentunya--adalah 'Lembaran Buku' dan 'Mad'. Meski seluruh lagu di album 'Paradox' menghadirkan ciri khas Isyana dalam berlagu, dua lagu ini cukup berbeda dari lagu-lagu lainnya.

Isyana Sarasvati tampil memukau (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Isyana Sarasvati tampil memukau (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)

Sekali lagi kami ingatkan, 'Lembaran Buku' adalah karya idealis Isyana. Se-tipe dengan 'Sekali Lagi', tapi tidak semegah dan menyedihkan lagu tersebut. 'Mad' adalah lagu jazz/pop dengan sentuhan rock yang mengajak para pendengarnya untuk bergoyang.

Secara keseluruhan, 'Paradox' mewakili siapa Isyana Sarasvati sebenarnya. Para pendengar dibiarkan membaca rasa cintanya pada musik yang ia usung. Dan juga, sesuai dengan apa yang ia katakan beberapa waktu lalu saat dijumpai di The Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, albumnya ini adalah tentang dirinya.

"Album kedua istilahnya apa yang aku jalani selama dua tahun ini aku jadikan lagu. Bersifat real, enggak ada yang imajinatif atau cerita orang lain. Jadi, full cerita aku pribadi," katanya kala itu.

Tak hanya itu, 'Paradox' juga menjadi bukti konsistensi Isyana sebagai seorang musisi. Ia tetap mempertahankan gaya bermusiknya dan tetap menjaga kualitas musiknya agar tetap mudah didengar dan diterima di kalangan mana pun.

Sesuai dengan judul albumnya, album ini adalah bukti pembenaran Isyana terhadap kenyataan yang ia hadapi dan dirinya sendiri.

embed from external kumparan