Kumparan Logo

Pernah Putus Asa, Ardhito Pramono Akhirnya Berani Terjun ke Dunia Film

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ardhito Pramono di Visinema Pictures, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (19/11). 
 Foto: Regina Kunthi Rosary/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ardhito Pramono di Visinema Pictures, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (19/11). Foto: Regina Kunthi Rosary/kumparan

Untuk pertama kalinya, Ardhito Pramono—yang selama ini dikenal sebagai penyanyi solo—akan menampilkan kemampuan aktingnya.

Kesempatan lelaki berusia 24 tahun itu untuk terjun ke dunia akting datang melalui film ‘Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini’ atau yang biasa disingkat menjadi ‘NKCTHI’.

Dikisahkan Ardhito Pramono ketika ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (19/11), ia dulu menempuh pendidikan di sekolah film. Hanya saja, niatnya berkecimpung di bidang pembuatan film menemui jalan buntu.

“Yang dulu gue enggak dapat pas sekolah itu adalah connection-nya kali, ya. Enggak ketemu banyak orang di Jakarta. Itu yang membuat gue pertamanya putus asa di dunia perfilman, filmmaking, dan gue lari ke musik,” ucap Ardhito.

Ardhito Pramono, pemain film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (7/8). Foto: Regina Kunthi Rosary/kumparan

Dulu Ardhito Pramono gemar menulis cerita. Ketika ia kemudian memilih menjajal peruntungan di bidang musik, kegemaran itu dialihkan dan ditransformasikannya ke dalam penulisan lirik lagu.

Tanpa disangka, semesta mendukung keinginannya untuk menggeluti dunia perfilman dengan mendapat tawaran untuk berperan di film ‘NKCTHI’. Tak ingin menyia-nyiakan peluang, Ardhito Pramono pun menerima tawaran tersebut.

Dalam film perdananya itu, Ardhito Pramono langsung mendapatkan porsi yang tak sedikit. Ia berperan sebagai Kale, lelaki yang memberi pengaruh besar dalam diri sang tokoh utama, Awan (Rachel Amanda).

Ardhito Pramono Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kale adalah seorang manajer suatu grup musik. Ya, untuk mendalami perannya, Ardhito Pramono lebih dulu mempelajari banyak hal. Salah satunya dari manajernya sendiri.

“Gue, yang biasanya harusnya di depan panggung, sekarang sebagai Kale gue di belakang panggung, dan harus belajar pola pikirnya seorang manajer band yang enggak bisa seliar musisinya, ya, harus menengahi juga. Susah, iya. Tapi, enjoy banget,” tuturnya.

Tantangan yang dihadapi Ardhito Pramono tak sampai di situ. Ia pada awalnya juga tak cukup percaya diri untuk berakting, terlebih pada hari pertama proses syuting dilakukan.

“Awalnya enggak pede. Tapi, pas hari pertama syuting, pas gue lihat hasilnya, gue langsung kayak pede banget, sih, parah. Karena gambarnya bagus, cinematic-nya gokil, sih,” ujarnya.

instagram embed

Arahan yang diberikan oleh Angga Dwimas Sasongko sebagai sutradara, diakui Ardhito Pramono, juga sangat membantunya. Belum lagi lawan mainnya, Rachel Amanda, yang terbilang profesional dalam berlakon.

Lantas, setelah jalannya menuju industri perfilman terbuka lebar, apakah Ardhito Pramono akan kembali menjajal peruntungan sebagai filmmaker?

“Masih belum pede gue kalau bikin film sendiri. Gue sangat menikmati proses yang gue jalani sekarang. Gue sudah terlalu enjoy main film. Enggak menutup kemungkinan untuk menulis script kalau misalnya ada orang punya ide, lalu dikembangkan bareng-bareng,” pungkas Ardhito Pramono.