Pernah Terjerat Narkoba, Dhawiya Menyesal Bikin Hancur Nama Baik Elvy Sukaesih

16 April 2022 16:03 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dhawiya Zaida  Foto: instagram/@dhawiyazaida
zoom-in-whitePerbesar
Dhawiya Zaida Foto: instagram/@dhawiyazaida
ADVERTISEMENT
Dhawiya Zaida sempat terjerat kasus narkoba pada 2018. Dia harus menjalani rehabilitasi terkait kasus tersebut.
ADVERTISEMENT
Dia mengaku amat menyesali perbuatannya tersebut. Namun, bukan karena apa yang orang pikirkan tentang dirinya.
Ia menyesal karena perilaku buruknya itu, sang ibu, Elvy Sukaesih, harus mendapatkan penghakiman dari orang-orang.
Dhawiya Zaida (kanan) bersama sang suami, Muhammad (tengah) dan Elvy Sukaesih (kiri). Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan
“Karena gue sudah jelas salah, tapi yang lebih sakit gue dengar apa yang mereka katakan untuk nyokap,” ujar Dhawiya dalam perbincangannya dengan Denny Sumargo di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.
Kala itu, Dhawiya sangat terpukul lantara perbuatannya membuat sang ibunda mendapat cibiran dari banyak pihak. Dhawiya cukup menyadari hujatan yang datang kepada sang ibunda.
“Mereka bilang mama tuh enggak bisa ngurus kita baik, ‘Ngapain pakai jilbab kalau anak lo...’ gue ngerasa, gila gue bikin ini semua dan bikin mama tuh hancur, karena aku saksi hidup bagaimana mama berjuang untuk hidupnya,” tuturnya.
Elvy Sukaesih. Foto: Giovanni/kumparan
Dhawiya menyadari bahwa sikapnya telah menghancurkan nama baik sang ibunda. Padahal, sang ibu sudah berusaha menjaga nama baiknya di industri hiburan selama puluhan tahun.
ADVERTISEMENT
“Maksudnya dia menjaga nama baiknya berkarier dengan luar biasa cuma karena kesalahan gue karena ego gue. Gue menghancurkan apa yang dia bangun berpuluh-puluh tahun, di situ gue ngerasa ketampar banget,” jelas Dhawiya.
Dhawiya mengatakan selama ini sang ibu selalu mencukupi kebutuhan hidup anak-anaknya. Akan tetapi, Elvy Sukaesih justru selalu prihatin terhadap dirinya sendiri.
“Karena gue tahu banget bagaimana dia ke dirinya sendiri prihatin, sementara kita semua tumbuh dengan luar bisa dicukupi semua. Perjuangan itu yang buat kita dari dulu dikenalkan sama mama dengan rasa untuk menghargai dia,” pungkasnya.