Pesan Denny Chasmala pada Musisi Muda Terkait Direct License

28 Maret 2025 11:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Denny Chasmala dalam konferensi pers AKSI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2025). Foto: Giovanni/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Denny Chasmala dalam konferensi pers AKSI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2025). Foto: Giovanni/kumparan
ADVERTISEMENT
Komposer Denny Chasmala memberikan pesan kepada para komposer muda untuk lebih peduli dengan proses pembayaran royalti lewat penerapan direct license.
ADVERTISEMENT
"Buat para musisi muda. terutama pencipta lagu, mari memikirkan hal ini. Karena suatu hari kalian akan tua. Suatu hari kalian akan tidak produktif," kata Denny Chasmala di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Denny Chasmala mengatakan kebermanfaatan direct license akan dinikmati oleh para pencipta lagu di masa tua. Karena itu, ia mengajak para pencipta lagu muda untuk kembali mempertimbangkan pemahaman mereka.
"Semoga lagu-lagu ini akan menjadi pasif income kalian ketika tidak tua. Jadi kalau kalian yang muda-muda tidak peduli akan hal ini, kalian akan nyesel," tutur Denny.
Denny Chasmala dalam konferensi pers AKSI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2025). Foto: Giovanni/kumparan
Persoalan royalti musik kembali jadi sorotan. Sejumlah musisi kini terbagi dalam dua kubu, yakni mendukung penerapan direct license, tapi tidak sedikit yang menentangnya.
ADVERTISEMENT
Denny mengatakan direct license penting bagi industri musik Indonesia. Ia heran melihat banyak penyanyi yang justru menolak sistem ini. Menurutnya, mereka masih terjebak dalam aturan lama yang belum sepenuhnya mereka pahami.
"Di mana ada kewajiban EO yang bayar? Saya rasa itu budaya yang sudah terpelihara selama 10 tahun, sehingga di pikiran mereka ada EO yang bayar," ucap Denny.
Musisi sekaligus anggota DPR Ahmad Dhani bersama musisi Piyu Padi dan pengacara Minila Sebayang saat konferensi pers penyataan sikap terkait putusan pengadilan Ari Bias dengan Agnez Mo di Istana Al Barat, Cipete, Jakarta, Senin, (17/2/2025). Foto: Agus Apriyanto
Oleh karena itu, Denny dan beberapa rekannya membentuk Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia atau AKSI. Kehadiran AKSI untuk meluruskan pemahaman yang salah daribeberapa pihak.
"Makanya ada AKSI Ini kita mau meluruskan. Harusnya bukan EO tapi performer-performer yang bayar. Jadi, budaya ini sudah kelamaan. Kalau bukan AKSI, siapa lagi?" ujar Denny.