Pesona Incubus di Jakarta: Maksimal meski Minim Kata-kata

Setelah penantian selama tujuh tahun, Incubus kembali hadir di Jakarta untuk menggelar konser. Kedatangan mereka kali ini untuk merayakan album '8' yang baru dirilis tahun lalu.
Benar saja, saat Brandon Boyd (vokal), Mike Einziger (gitar), Jose Pasillas (drum), Chris Kilmore (DJ/turntable), dan Ben Kenney (bas) naik ke atas panggung sekitar pukul 20.20 WIB, mereka langsung membawakan lagu dari album terbaru mereka.
'Glitterbomb' menjadi lagu pembuka Incubus untuk konser mereka di Jakarta. Boyd tidak memberikan jeda. Dia langsung melanjutkan penampilan dengan membawakan 'Circles' dan 'Nimble Bastard'.
Hingga tiba saatnya, salah satu single tersohor mereka dilantunkan. Ya, 'Anna Molly' sukses memanaskan para Incunesia--sebutan untuk para penggemar Incubus--yang ikut menyanyi seiring lagu tersebut dibawakan.

"Thank you so much, ladies and gentlemen," sapa Boyd kepada para penonton.
Malam semakin seru ketika '11 AM' dan 'Megalomaniac' dinyanyikan. Namun, ketika para penonton baru merasakan hype-nya, Incubus justru menurunkan tensinya.
Lagu 'If Not Now, When?' seakan-akan memberikan napas bagi para penonton agar lebih santai. Lagunya yang sendu juga seolah-olah memberikan Incubus sedikit istirahat.
Akhirnya, vokalis berusia 41 tahun itu buka suara setelah setengah jalan menjalankan konser tanpa henti. "Terima kasih," ucap Boyd dengan bahasa Indonesia diikuti riuh penggemar.
"How are you feeling guys? Thanks for being here," tanya Boyd melanjutkan.
Malam terus bergulir saat band yang berdiri sejak 1991 itu memainkan 'State of the Art' dan 'Pardon Me'. Tapi, tidak ada yang lebih seru saat intro 'Drive' dimainkan. Sontak ribuan penonton bersorak-sorai karena Incubus memainkan salah satu lagu terbaiknya.
"You guys having a good time?" tanya vokalis berusia 41 tahun itu kepada para penonton, memastikan bahwa Incunesia puas dengan penampilan mereka. Setelahnya, 'Paper Shoes', 'Pantomime', 'Nice to Know You', 'Trust Fall', 'Stellar', 'Vitamin', dan 'Loneliest' pun dimainkan tanpa jeda.
Boyd memang jarang melontarkan kata-kata dan gimmick. Meski demikian, Boyd memuaskan para penonton dengan memainkan jimbe dengan lihai saat melantunkan 'Vitamin'.
Penampilan Incubus pun akhirnya berada di pengujung acara. Mereka membawakan 'Wish You Were Here' secara spesial. Di akhir lagu, Incubus menyelipkan sedikit lagu Pink Floyd dengan judul yang sama. Yang membuat penampilan mereka semakin syahdu, lighting-nya yang dipasang berwarna merah muda untuk menghormati band progressive rock asal Inggris itu.

Incubus pun mengiyakan permintaan para penggemar untuk melakukan encore. Band rock asal Amerika Serikat ini menyiapkan dua lagu spesial untuk encore. 'I Miss You' dibawakan dengan sendu, mengundang para penonton untuk bernyanyi bersama sekeras-kerasnya. Sementara 'Warning' sebagai lagu pamungkas mereka di konser kali ini sukses membuat peluh ribuan penonton mengalir.
Dari penampilannya malam ini, terbukti bahwa Boyd memiliki karisma tersendiri saat berada di atas panggung. Meski dia jarang melontarkan kalimat kepada para penonton, dia bisa memuaskan hasrat penonton dengan lengkingannya yang keras.
Incubus pun undur diri dari atas panggung. Passilas yang sedari awal hanya duduk di belakang drum set-nya melemparkan sepasang stik drumnya ke arah penonton.
Boyd, Pasillas, Einziger, Kilmore, dan Kenney pun melambaikan tangan sambil membungkuk sebagai tanda terima kasih Incubus kepada para penonton. Boyd cs pun menghilang dari panggung seiring lampu dipadamkan.
