Kumparan Logo

Pianis Alfred Young Sugiri Diundang Konser Eropa 2027 Usai Tampil di Wina

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pianis Indonesia Alfred Young Sugiri. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pianis Indonesia Alfred Young Sugiri. Foto: Istimewa

Pianis Indonesia Alfred Young Sugiri mendapat undangan untuk kembali tampil dalam rangkaian konser musik klasik di Eropa tahun depan setelah tampil di ORF Radiokulturhaus, Wina, Austria, pada Kamis (1/10).

Dalam penampilan tersebut, Alfred menjadi solis utama bersama Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok yang dipimpin konduktor asal Amerika Serikat, Everett McCorvey. Ia juga tampil bersama violinis Maria Solozobova.

Alfred membawakan Mozart Piano Concerto in A Major No. 23, K. 488 selama sekitar 30 menit bersama 40 musisi orkestra. Penampilannya mendapat sambutan panjang dari penonton yang memenuhi gedung pertunjukan berkapasitas sekitar 1.500 hingga 2.000 orang.

Pianis Indonesia Alfred Young Sugiri. Foto: Istimewa

Usai pertunjukan, sejumlah penonton terdengar meneriakkan “Bravo” sambil memberikan tepuk tangan. Alfred kemudian memberikan penghormatan kepada penonton bersama McCorvey sebelum meninggalkan panggung.

“Saya sangat bersyukur masih diberi kepercayaan oleh Yang Di Atas. Happy sekali. Tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan di panggung musik klasik Eropa, apalagi bisa tampil dan disambut sedemikian hangat di panggung megah Wina seperti ini,” kata Alfred.

Dapat Undangan Tampil Lagi di Eropa

Sambutan tersebut kemudian berbuah undangan bagi Alfred untuk kembali tampil di Eropa tahun depan. Dalam rangkaian konser mendatang, ia diproyeksikan tampil dalam format pertunjukan orkestra maupun chamber music sebagai solis.

Bagi pianis kelahiran Bandung pada 1991 itu, undangan tersebut menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab baru.

“Ini adalah kehormatan besar bagi saya, dan undangan untuk kembali tampil di Eropa tahun depan adalah amanah yang akan saya persiapkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Pianis Indonesia Alfred Young Sugiri. Foto: Istimewa

Penampilan di Wina juga menjadi momen khusus bagi Alfred karena ia kembali ke kota tersebut setelah terakhir kali tampil di sana pada periode 2012–2013.

Wina dikenal sebagai salah satu pusat musik klasik dunia dan memiliki keterkaitan erat dengan sejumlah komponis besar, termasuk Wolfgang Amadeus Mozart, Joseph Haydn, dan Ludwig van Beethoven. Karena itu, membawakan karya Mozart di kota tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Alfred.

“Wina adalah Kota Mozart, kota budaya nomor satu di dunia untuk konser. Semua komponis ternama dunia berkumpul dan membuat karya di sini. Ada sensasi ngeri juga karena ini panggung dunia dan saya memainkan karya Mozart langsung di ‘rumah’ Mozart,” tuturnya.

Menurut Alfred, kesempatan tersebut sekaligus menjadi pembuktian bahwa musisi Indonesia bisa tampil di panggung musik klasik internasional.

Tur Eropa dan Persiapan Fisik

Penampilan di Wina merupakan panggung kedua Alfred dalam rangkaian tur Eropa. Sebelumnya, ia menggelar konser privat di Hungaria pada 28 September 2026.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi rangkaian pertunjukan tersebut, Alfred juga menjalani latihan fisik secara disiplin. Ia mengaku berhasil menurunkan berat badan sebanyak 13 kilogram dalam waktu sekitar 1,5 bulan.

Menurut Alfred, persiapan fisik diperlukan untuk menjaga stamina dan pernapasan selama bermain piano.

“Bermain piano itu pada dasarnya menyatukan tubuh, jiwa, dan otak. Jika stamina tidak fit, pernapasan saat bermain bisa terengah-engah dan mengganggu artikulasi musik,” jelasnya.

Pianis Indonesia Alfred Young Sugiri. Foto: Istimewa

Ia berharap pencapaiannya di panggung Eropa dapat mendorong lebih banyak anak muda Indonesia untuk berani menekuni musik klasik dan mengejar kesempatan tampil di tingkat internasional.

“Melalui pencapaian ini, saya ingin membuktikan kepada anak-anak muda Indonesia bahwa dihargai dan diakui di panggung orkestra dunia bukanlah hal yang mustahil untuk diraih,” pungkas Alfred.