Polisi Temukan Dua Bungkus Sabu dan Obat Psikotropika saat Tangkap Revaldo

Aktor Revaldo ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat pada Senin (24/9) terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh Polres Metro Jakarta Barat.
"Berdasarkan laporan dari masyarakat yang ada di wilayah Jakarta Barat, adanya transaksi narkoba," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi di kantornya, Rabu (26/8).
Setelah mendapatkan laporan, tim penyidik bergerak melakukan pendalaman dan mereka bergerak ke daerah Bintaro, Jakarta Selatan.
"Kemudian dilakukan penyelidikan oleh serangkaian penyelidikan oleh anggota kita, dan kita dapatkan bahwasanya transaksi itu ada di wilayah Bintaro, Jakarta Selatan," tuturnya.
Di sebuah apartemen di kawasan Bintaro, Revaldo pun ditangkap. "Tim bergerak ke sana, tepatnya di salah satu apartemen, kami mendapat informasi dan kami langsung melakukan penangkapan di sasaran," ucap Nasriadi.
Barang Bukti saat Tangkap Revaldo Terkait Kasus Narkoba
Dalam penggeledahan, polisi menemukan barang bukti yang memperkuat dugaan penyalahgunaan narkoba. Nasriadi menyebut barang-barang tersebut tidak disimpan di satu tempat, melainkan disembunyikan secara terpisah di dalam unit apartemen tersebut.
"Dari tangan yang bersangkutan, dapat disita anggota kami yaitu beberapa perangkat narkoba, seperti ada bong, ada pipet, ada korek api yang dimodifikasi," ungkap Nasriadi.
Tak hanya alat isap, polisi juga menemukan sisa zat yang diduga merupakan narkotika jenis sabu.
"Ada dua bungkus plastik yang indikasi berisi sabu, dan dua obat yang ada psikotropikanya, seperti Xanax dan satunya Alprazolam," ujarnya.
Nasriadi menambahkan, saat penggeledahan dilakukan, petugas menyisir setiap sudut ruangan.
"Barang bukti yang kami temukan dia mengkonsumsi sendiri di unit apartemennya. Yang disimpan itu berpencar. Ada yang disimpan di dalam laci, kemudian disimpan di boks tempat sepatu," ucap Nasriadi.
Saat ini, Revaldo telah menjalani tes kesehatan di Mapolres Jakarta Barat untuk menjalani proses lebih lanjut.
Berdasarkan pengamatan kepolisian di lapangan, Revaldo terlihat kooperatif meski masih menunjukkan tanda-tanda di bawah pengaruh zat terlarang saat ditangkap.
"Pada saat ditangkap masih seperti itu. Ya mungkin banyak melamun ya, melamun, tapi dia tetap berkomunikasi kok dengan kita," ungkap Nasriadi.
