Kumparan Logo

Polisi Temukan Sejumlah Pil di Rumah Prince di Hari Kematiannya

kumparanHITSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Prince (Foto: Instagram @prince)
zoom-in-whitePerbesar
Prince (Foto: Instagram @prince)

Hari Senin (17/4), kepolisian yang menangani kasus kematian Prince mengeluarkan rilis yang menyatakan bahwa sejumlah pil ditemukan di kediaman pelantun 'Purple Rain' itu di hari kematiannya.

Dilansir NME, polisi juga menemukan surat pernyataan dan resep dari dokter pribadi Prince atas kepemilikan obat penghilang rasa sakit berjenis oxycodone. Namun, atas nama temannya, yakni Kirk Johnson, teman dekat Prince.

Selain itu, dokumen pengadilan yang dibuka pada hari Senin lalu menyatakan bahwa penemuan-penemuan fakta terbaru dalam kasus pria bernama asli Prince Rogers Nelson itu kini lebih lengkap.

Menurut dokumen tersebut, sejumlah pil ditemukan di dalam beberapa kotak bekas di kediaman Prince di Paisley Park, Minnesota, Amerika Serikat, saat penyelidikan berlangsung.

Nama Kirk Johnson juga digunakan untuk melindungi privasi penyanyi lagu 'Little Red Corvette' tersebut. Padahal, oxycodone tidak termasuk dalam daftar obat yang menyebabkan pria kelahiran tahun 1958 itu meninggal dunia.

Meski demikian, sumber obat yang membunuh Prince belum diketahui. Hingga kini, tim penyelidik dari Drug Enforcement Administration (DEA) masih melakukan investigasi terkait kejadian tersebut meski mereka sudah meretas akun email Prince dan melacak panggilan keluar dan masuk dari ponselnya.

Ya, mereka masih mencari tahu dari mana penyanyi yang memenangkan 7 penghargaan Grammy itu mendapat obat-obatan terlarang tersebut. Namun, penjualan fentanyl di Amerika Serikat sudah cukup marak secara ilegal, sehingga sulit untuk mengetahui sumber yang menjual obat itu pada Prince.

Prince meninggal di kediamannya pada 21 April 2016 di usia 57 tahun. Ia terbukti menglonsumsi fentanyl, obat yang dampaknya jauh lebih besar daripada morfin, dalam jumlah banyak. Penyelidik mengatakan bahwa ia tidak dibunuh, melainkan kekeliriuan Prince yang tidak sadar akan dosis yang dikonsumsinya.