Kumparan Logo

Pongki Barata Suguhkan Genre Musik Berbeda di Single Aku Peluk Kamu

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pongki Barata rilis single Aku Peluk Kamu. Foto: Dok. Pongki Barata
zoom-in-whitePerbesar
Pongki Barata rilis single Aku Peluk Kamu. Foto: Dok. Pongki Barata

Pongki Barata kembali membuktikan eksistensinya di kancah musik dengan karya baru. Kali ini, ia merilis single berjudul Aku Peluk Kamu yang dibuat di luar kebiasaannya.

Melalui lagu Aku Peluk Kamu, musisi berusia 44 tahun tersebut menyuguhkan genre musik yang berbeda dari yang biasa ia tampilkan, yakni synth-pop.

"Goals-nya adalah membuat karya yang di luar kebiasaan dan dapat memperlebar pendengar baru dengan genre synth-pop ini," ujar Pongki Barata, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima kumparan.

Pongki Barata rilis single Aku Peluk Kamu. Foto: Dok. Pongki Barata

Lagu Aku Peluk Kamu bercerita tentang seseorang yang berusaha untuk memeluk kekasihnya meskipun, secara fisik, ia tidak terlihat.

Pongki Barata bekerja sama dengan Tommy Widodo dalam memproduseri single ini. Aku Peluk Kamu dikerjakan di dua kota berbeda, yaitu Bali dan Solo.

Tak ada kesulitan berarti yang dialami Pongki Barata dalam menggarap lagu Aku Peluk Kamu. Buktinya, hanya dalam waktu tiga minggu, single—yang idenya telah ada sejak cukup lama—itu telah rampung dibuat.

"lde lagu ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Tapi, baru diselesaikan di tahun 2022 awal. Demo lagu ini tersimpan di handphone saya," beber Pongki Barata.

video youtube embed

Lagu Aku Peluk Kamu Jadi Pembuka Menuju Album Baru Pongki Barata

Rencananya, Pongki Barata akan segera merilis album baru. Aku Peluk Kamu pun menjadi lagi perkenalan untuk album tersebut.

"Lagu ini adalah lagu pembuka untuk album pop yang berisi delapan lagu," ujar pria bernama lengkap Stefanus Ponki Tri Barata itu.

Pongki Barata hendak membuat album yang full synthesizer—yakni musik dimainkan tanpa instrumen gitar sama sekali—yang memang menjadi ciri khasnya selama ini.

"Mengambil nuansa pop disco 80's yang tecermin dari sound-sound synthesizer yang digunakan," pungkas Pongki Barata.