Kumparan Logo

Posan Tobing Angkat Budaya Batak Lewat Konser Anak Ni Raja

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Posan Tobing mantan drummer Kotak. Foto: Alexander Vito/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Posan Tobing mantan drummer Kotak. Foto: Alexander Vito/kumparan

Posan Tobing menggelar konser bertajuk Anak Ni Raja beberapa waktu lalu. Konser tersebut dimeriahkan oleh sederet musisi Batak.

Posan mengaku bangga konser yang pertama kali ia prakarsai tersebut berjalan dengan lancar. Konser tersebut berawal dari keresahannya akan menurunnya minat anak muda terhadap budaya Batak.

"Jadi namanya aja sudah punya pesan, artinya kami anak muda Batak sudah mulai yang namanya krisis bahasa Batak," ungkap Posan Tobing di kawasan Bekasi, beberapa waktu lalu.

Posan Tobing Foto: Munady

Kata Posan, lewat konser itu, dirinya ingin mengajak anak muda agar mau mengenal budaya Batak lebih dalam. Salah satunya lewat musik Batak.

"Semoga dengan konser ini, semua anak muda jadi nyanyi lagu Batak," ujar Posan.

"Makin lama dia jadi mau tau apa sih artinya," tambahnya.

Novita Dewi saat konferensi pers film ‘Horas Amang Tiga Bulan Untuk Selamanya’. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan

Salah satu pengisi acara, Novita Dewi, mengaku senang dan bangga bisa terlibat dalam konser itu. Apalagi deretan musisi Batak lintas generasi bisa dipertemukan langsung dalam konser itu.

"Posan Tobing berhasil mengimbau musisi batak, masyarakat batak, itu luar biasa banget. Saya bangga menjadi salah satu pengisi acara," ujar Novita dalam kesempatan yang sama.

Novita juga menyadari menurunnya minat anak muda dalam mengenal budaya Batak. Lewat konser itu, Novita berharap agar musik Batak khususnya, bisa lebih dikenal oleh generasi muda.

"Anak Ni Raja benar-benar beda. Pastinya ini menjadi salah satu konser yang memorable, yang aku tahu ya," tandasnya.

Konser Anak Ni Raja digelar di Bekasi Convention Center pada 18 Mei lalu. Konser tersebut diisi oleh artis-artis Batak seperti, Posan Tobing, Novita Dewi, Alex Hutajulu, hingga Vicktor Hutabarat.