Kumparan Logo

Posan Tobing Ungkap Alasan Hengkang dari Kotak

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Posan Tobing Foto: Munady
zoom-in-whitePerbesar
Posan Tobing Foto: Munady

Posan Tobing mengungkapkan alasan dirinya memutuskan hengkang dari band Kotak. Hal itu ia sampaikan saat menjadi bintang tamu di acara Pagi-pagi Ambyar.

"Alasannya adalah gue berantem sama Cella, gitaris Kotak. Gue berantem sama dia, gue pernah mau pukul dia di Bali," kata Posan Tobing.

Posan Tobing mantan drummer Kotak. Foto: Alexander Vito/kumparan

Kendati demikian, Posan tidak mengungkap penyebab pertengkarannya dengan Cella. Namun, yang pasti, bukanlah hal yang mudah bagi Posan ketika memutuskan untuk keluar dari Kotak.

"Akhirnya gue berpikir gini, 'Ya Tuhan, gue enggak mau kayak gini nih, daripada gue jadi berantem beneran, dan gue pukul dia beneran, jadi panjang, ya sudah, gue resign deh,'" tuturnya.

Saat itu, Posan juga sempat diminta manajemen untuk tak menyebarkan kabar mengenai dirinya yang hengkang dari Kotak.

Pria 39 tahun itu sampai rela tinggal di Bali selama 2 bulan lamanya agar kabar tersebut tak terendus media.

Band Kotak Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan

Posan Tobing Sakit Hati ke Personel Kotak

Setelah dirinya keluar, Posan menyebut Kotak masih kerap membawakan lagu-lagu ciptaannya.

Namun, selama menyanyikan lagu ciptaannya dari panggung ke panggung, Posan tak mendapat hak royalti.

Lagu yang dimaksud Posan itu adalah Pelan-pelan Saja, Masih Cinta, Selalu Cinta, Cinta Jangan Pergi, dan Kerabat Kotak.

"Dari situ gue mulai sakit hati. Ternyata mereka manggung, konser ke mana-mana bawain lagu yang ada ciptaan gue," ucap Posan.

Posan Tobing mantan drummer Kotak. Foto: Alexander Vito/kumparan

Posan mengatakan, dari pihak Kotak selama ini tidak pernah ada yang menemuinya untuk membahas masalah royalti performance rights tersebut.

"Itu enggak ada ngomongin tentang hak gue, royalti performance. Gue tahan dari 2011 ke 2022, 11 tahun itu enggak waktu yang sedikit," ujarnya.

Reporter: Karina Savitri