Pria Berkebaya dalam Acara Malam 1 Suro di Mangkunegaran Solo, Siapa Beri Izin?

Acara malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran Solo beberapa waktu lalu jadi sorotan. Setelah seorang pria berkebaya kedapatan mengikuti rangkaian prosesi tersebut.
Polemik bermula saat Pura Mangkunegaran Solo menggelar kegiatan Kirab Pusaka Malam 1 Suro pada tanggal 16 Juni lalu. Rangkaian prosesi tersebut dihadiri oleh keluarga besar keraton, pejabat pemerintah, tokoh publik nasional, politikus, dan puluhan ribu masyarakat umum.
Keesokan harinya, media sosial dibuat heboh lantaran beredar foto dari seorang selebgram bernama Paola Serena. Dalam foto itu, Paola mengabadikan momen bersama rekannya. Salah satunya, pria bernama Rahadian M Saputra.
Dalam foto itu, Rahadian terlihat mengenakan kebaya hitam, kain batik, dan sanggul. Publik pun bertanya-tanya, mengapa ada pria berkebaya dalam rangkaian acara yang sakral itu.
Hal ini jelas berlawanan dengan ageman atau aturan berbusana yang telah ditetapkan keraton. Adapun pakem busana peserta laki-laki umumnya mengenakan beskap lengkap dengan kain jarik dan blangkon.
Paola Serena Sebut Rahadian Sudah Mendapat Izin
Paola Serena selaku teman dari Rahadian sempat menjawab beberapa komentar netizen. Paola mengatakan bahwa teman laki-lakinya itu mengaku sudah mendapat izin. Kendati demikian, Paola tak tahu pasti siapa yang memberi izin Rahadian mengenakan kebaya dalam acara itu.
Lewat salah satu video klarifikasinya, Paola juga sudah meminta maaf terkait pernyataan tersebut. Dia mengaku tak tahu-menahu soal pihak mana yang mengeluarkan izin. Sebab bukan dirinyalah yang meminta izin.
"Karena pikiranku kalau misalnya gak dikasih izin ya mana bisa, gitu kan," ujar Paola dalam video yang diunggah di akun Instagram @paola.serena.
Lewat video itu, Paola juga meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan postingannya. Dia mengaku tak punya niat buruk untuk menodai kesakralan acara Malam 1 Suro itu.
"Tapi dengan video ini aku tetap ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya karena menimbulkan kegaduhan atas postingan yang aku posting gak ada sama sekali niatan aku untuk tidak menghormati acara satu suro ini," tukasnya.
Mangkunegaran Tegaskan Tak Pernah Memberikan Izin
Dalam keterangan resminya, pihak Mangkunegaran ikut menyoroti keramaian di media sosial itu. Dalam keterangan itu, Mangkunegaran dengan tegas menyatakan sudah mengeluarkan panduan berbusana dalam rangkaian prosesi sakral tersebut.
"Mangkunegaran telah mengeluarkan panduan ageman untuk ritual adat 1 Sura, panitia penyelenggara 1 Sura BE 1960 tidak pernah memberikan izin, dispensasi, ataupun perlakuan khusus kepada pihak mana pun," tulis pihak Mangkunegaran dalam keterangannya.
"Semoga semangat refleksi, ketertiban, dan saling menghormati yang hadir dalam peringatan Malam 1 Sura Be 1960 dapat terus menjadi bagian dari kehidupan bersama serta memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan lintas generasi," tambahnya.
Rahadian M Saputra, Pria Berkebaya Minta Maaf
Sempat tak berkomentar, Rahadian akhirnya muncul melalui salah satu video klarifikasi di akun Instagram pribadinya @rahadianms. Dalam video tersebut, Rahadian menyampaikan klarifikasinya atas kejadian tersebut.
Rahadian mengakui kesalahannya dalam mengenakan budaya wanita di acara sakral Mangkunegaran. Keputusan tersebut dia pilih atas kesadaran dan kehendaknya sendiri.
"Oleh karena itu tanggung jawab atas tindakan tersebut sepenuhnya berada pada saya," ujar Rahadian.
Rahadian menyadari bahwa tindakannya menunjukkan kurangnya pemahaman dan penghormatan terhadap nilai adat dan budaya. Sehingga ia menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya atas kejadian tersebut.
"Saya memohon maaf sebesar-besarnya pada keluarga Mangkunegaran pada budayawan masyarakat Jawa dan masyarakat Indonesia yang tersinggung dengan tindakan saya," tukasnya.
Lebih lanjut, Rahadian mengaku sudah melakukan refleksi diri. Dia juga berusaha memahami perspektif masyarakat atas peristiwa itu. Rahadian menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
