kumparan
15 Desember 2018 11:03

Prilly Latuconsina Kelola Bisnis Miliaran Rupiah di Usia 22 Tahun

konten spesial, Beyond Sensation, Prilly Latuconsina
Beyond Sensation: Prilly Latuconsina. (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)
Banyak anak muda Indonesia yang sudah melangkah begitu jauh di usia muda. Prilly Latuconsina salah satunya. Di usianya yang kini masih 22 tahun, Prilly sudah membintangi ratusan episode sinetron, puluhan judul film dan FTV, serta menerima lebih dari 20 penghargaan di industri hiburan.
ADVERTISEMENT
Umumnya, anak-anak seusia Prilly masih berpikir untuk senang-senang menikmati masa muda. Tapi selebriti kelahiran 15 Oktober 1996 itu merasa bahwa popularitas, pengaruh dan gelimang harta, hanya bersifat sementara dan melenakan. Dia tak mau terjebak dalam zona nyaman, kemudian layu seiring dengan waktu.
“Aku enggak mau cuma gitu-gitu doang. Aku mau jadi orang sukses, dan papaku selalu bilang, ‘kamu harus jadi orang. Kamu anak pertama, harus jadi cewek mandiri. Enggak boleh ketergantungan sama orang lain,” katanya saat berbincang dengan kumparan.
Itulah yang jadi pegangan Prilly untuk segala hal yang dia lakukan.
Prilly masih ingat momen pertama kali ia mendapat peran cukup signifikan dalam produksi sinetron ‘Hanya Kamu’ pada 2013. Saat itu usianya masih 17 tahun. Dia ‘hanya’ dapat honor Rp 750 ribu untuk satu episode.
ADVERTISEMENT
“Padahal kerjanya sampai pagi,” katanya. Sebelumnya, Prilly Latuconsina dibayar Rp 500 ribu saat menjadi pembaca acara program televisi bertema edukasi.
Tapi honor bukanlah tujuan utama Prilly mau terjun ke dunia hiburan. Pengalaman dan ilmu yang dia dapat menjadi ‘upah’ yang lebih berharga. Dari situ dia terus berkembang, seiring dengan nilai rekening yang terus bertambah pasca sinetron ‘Ganteng-Ganteng Serigala’ (2014).
Semakin tinggi popularitas Prilly, semakin sering ia disorot. Semakin banyak juga orang-orang mulai berkomentar macam-macam. Dari pujian, kritik membangun, hingga suara-suara miring yang bikin kuping panas. Prilly pun dituntut untuk dewasa dan bijak melebihi usianya.
“Diremehin sudah pasti karena 'Ah Prilly dari sinetron nih, terus ke film, memang aktingnya bagus?’” katanya mengulang komentar julid netizen.
ADVERTISEMENT
“Terus ada juga yang gini, 'Gue bingung deh kenapa Prilly punya followers banyak, perasaan mukanya enggak cantik-cantik banget’,” tambah selebriti dengan 24,8 juta pengikut di Instagram itu.
“Cuma itu enggak ngebuat aku down, justru ngebuat aku, ‘Oke berarti gue harus ngelakuin sesuatu yang lebih lagi untuk membuat orang itu melihat usaha gue. I also do something great for myself, I also work hard.”
KONTEN SPESIAL Wawancara Eksklusif bersama aktris Prilly Latuconsina
Wawancara Eksklusif bersama aktris Prilly Latuconsina. (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)
Belajar dari prinsip hidup ayahnya yang seorang pebisnis, Prilly mencoba melihat peluang untuk melangkah lebih jauh. Ia memanfaatkan popularitasnya sebagai selebriti untuk bisa lebih produktif.
“Aku punya peluang di mana orang melihat aku sebagai public figure, terutama fans aku menunggu apa yang mau aku keluarin, menunggu apa yang aku lakukan,” ucap Prilly.
ADVERTISEMENT
Dalam merintis bisnis, ia bekerja sama dengan perusahaan milik Irwansyah dan Zaskia Sungkar, Jannah Corp. Prilly membuat brand kue dengan nama ‘Really Cake’ pada 2017, dengan wajahnya sebagai ikon brand tersebut. Bisnis serupa tengah booming saat itu di kalangan selebriti lain, seperti Laudya Cynthia Bella dengan Bandung Makuta dan Zaskia Sungkar yang memiliki Snow Cake di Surabaya.
Saat ini, toko kue Prilly di Balikpapan sudah memiliki 20 pegawai dengan beragam tugas. “Ada yang baking, ada yang jaga, dan ada yang mengatur keuangan,” ucapnya.
Belum setahun bisnis ‘Really Cake berjalan’, Prilly kembali merintis bisnis baru. Pada 13 Oktober 2017, ia meluncurkan toko roti ‘Bebelly Bakery’ yang terletak di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat. Bisnis ini ia jalankan bersama dengan Laudya Cynthia Bella. Alasan pemain film ‘Danur’ itu bekerja sama dengan Bella karena mereka memiliki kesamaan. Keduanya juga telah menjalin persahabatan yang cukup akrab.
ADVERTISEMENT
“Kami sama-sama punya kue, karakter kami sama, suka warna pink, ungu, dan suka yang gemas-gemas,” katanya seraya tertawa.
Prilly senang bisnis di bidang kuliner. Maka tak butuh waktu lama hingga akhirnya ia punya restoran sendiri. ‘Nona Judes’ dibuka pada Februari 2018. Kesukaan Prilly terhadap sambal yang mendorongnya membuka usaha tersebut. Pemberian nama ‘Nona Judes’ untuk restoran disesuaikan dengan usianya yang masih belia. Ia merasa masih pas untuk disapa dengan sebutan Nona. Sementara, Judes merupakan kependekan dari ‘juaranya pedas’.
Prilly Latuconsina
Prilly melayani pelanggan restorannya (Foto: dok.pribadi/kumparan)
Prilly turun tangan langsung untuk mengurus restoran tersebut. Bahkan, beberapa kali Prilly memutuskan untuk mengganti menu makanan hingga sambal, sehingga bisa mendapatkan rasa yang paling sesuai. Ia pun mencicipi sendiri rasa sambal sebelum disuguhkan ke pelanggan.
ADVERTISEMENT
Di ‘Nona Judes’, ia telah mempekerjakan sekitar 80 pegawai. Omzet restoran tersebut di bulan pertama mencapai Rp 400 juta.
“ Lumayanlah ya. Aku masih baru, masih bingung juga restoran harus gimana, segala macam. Cuma kita akan terus memperbaiki ke depannya,” katanya merendah.
Prilly terus mengembangkan kariernya di dunia bisnis. Tak hanya bergerak di sektor kuliner, ia juga merambah bidang fashion. Prilly merilis clothing line bernama ‘Illy Wears’. Kekasih Maxime Bouttier itu juga langsung turun tangan untuk menjamin kualitas produknya.
Misalnya saja, ketika pemotretan produk ‘Illy Wears’, Prilly menyiapkan baju-baju yang diperlukan. Ia juga mendandani para model, menjadi pengarah gaya, serta kadang menjadi model untuk produknya sendiri.
“Illy Wears aku yang urus sendiri, pure. Di tim cuma ada lima. Dua orang bertugas untuk mengirim, satu mengatur keuangan, dan satu orang untuk mengatur konten Instagram, sama aku juga,” tuturnya.
Prilly Latuconsina
Prilly menyiapkan baju untuk pemotretan produk fashionnya (Foto: dok.kumparan)
Beragam bisnis yang dimiliki Prilly saat ini tentu tak akan terwujud jika dia enggan bekerja keras. Maka dari itu, pemain film ‘Hangout’ ini merasa bangga hasil jerih payahnya dari main sinetron dan film selama ini bisa dimanfaatkan untuk hal yang berguna baginya di masa depan.
ADVERTISEMENT
Tanpa kerja keras, Prilly Latuconsina menyadari ia akan mengalami kesulitan ketika mencari modal untuk membuka bisnis. Ketika memulai suatu usaha, ia harus menggelontorkan dana sekitar Rp 500 juta.
Dari kerja kerasnya di dunia seni peran, Prilly bisa mendapatkan apapun yang ia mau, termasuk membangun rumah impian. Saat ini rumah Prilly bergaya American Style dengan empat lantai, sudah tahap pembangunan.
Simak di story selanjutnya, dan ikuti topik Beyond Sensation.