Kumparan Logo

Promotor Ungkap Alasan Artis Mancanegara Malas Konser di Indonesia

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
David NOAH (kiri), Ariel NOAH (kedua kiri), Yovie Widianto(kedua kanan) dan Dino Hamid dalam jumpa pers 'Project X'. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
David NOAH (kiri), Ariel NOAH (kedua kiri), Yovie Widianto(kedua kanan) dan Dino Hamid dalam jumpa pers 'Project X'. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan

Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), Dino Hamid, buka suara soal beberapa musisi luar negeri yang konser di Asia Tenggara, tapi tidak menyambangi Indonesia.

Contohnya, Taylor Swift dan Olivia Rodrigo, yang tak mampir ke Indonesia, padahal mereka menggelar konser di Asia Tenggara.

Dino menyoroti besar kemungkinan masalahnya ada di pungli alias pungutan liar serta regulasi yang dinilainya masih semrawut di Indonesia.

“Kalau ini memang sudah menjadi issue utama kami selama ini, maka dari itu, program Perizinan Satu Pintu atau One Single Submission diharapkan terus diproses dan disempurnakan,” kata Dino kepada wartawan, belum lama ini.

Ravel Entertainment menggelar konferensi pers konser Green Day di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2024). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Pendapat yang sama diungkap oleh CEO Ravel Entertainment, Ravel Junardy. Dikenal sebagai promotor yang bawa band metal dan rock terkenal dunia, Ravel juga menyinggung soal pungli.

“Memang selalu ada biaya tak terduga di setiap membuat konser. Tetapi memang itu jadi tantangan promotor di Indonesia. Makanya saya bilang bisnis ini hi-risk," tutur Ravel.

"Masalah perizinan sebenarnya enggak bisa dikatakan serta merta ada pungli. Mungkin bisa dikatakan assesment of crowd by the authority. Dan assesment itu memang rawan pungli. Tapi itu cuma segelintir oknum-oknum sih,” lanjutnya.

Iustrasi menonton konser. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Promotor Konser Harap Dukungan Pemerintah

Promotor juga menyoroti regulasi flow usai konser nih. Transportasi pulang dari venue, lapak parkir kendaraan pribadi, menjadi momok dalam setiap gelaran konser artis internasional di Indonesia.

Promotor berharap dukungan pemangku kebijakan terkait agar bisa mengatasi momok tersebut.

“Infrastruktur, akses atau transportasi serta fasum (fasilitas umum) harus didukung. Agar setiap venue yang dapat melaksanakan konser international artist tier 1 bisa terus diperhatikan dan juga di sempurnakan,” tutup Dino.