Kumparan Logo

Putra Meisya Siregar Divonis Autoimun ITP, Berawal Batuk-Pilek hingga Memar

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Meisya Siregar dan anaknya, Bambang. Foto: Instagram/@meisya_siregar
zoom-in-whitePerbesar
Meisya Siregar dan anaknya, Bambang. Foto: Instagram/@meisya_siregar

Kabar kurang baik datang dari pasangan selebritas Meisya Siregar dan Bebi Romeo. Melalui unggahan di media sosial, Meisya mengungkap bahwa sang buah hati baru saja didiagnosis mengidap penyakit ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), kelainan darah yang cukup langka.

Padahal, selama ini Bambang dikenal sebagai anak yang sangat aktif. Meisya menyebut diagnosa ini tak pernah diduga.

"Bambang tumbuh sebagai anak yang sangat aktif dan sehat. Namun, secara mengejutkan, sang putra diberikan 'hadiah' berupa penyakit serius yang sebelumnya jarang kami dengar," ungkap Meisya dalam keterangannya.

instagram embed

Meisya menjelaskan bahwa penyakit tersebut adalah kondisi autoimun di mana tubuh menyerang dirinya sendiri.

"Penyakit ini kelainan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang trombosit (keping darah) sendiri. Ini mengakibatkan jumlah keping darah rendah sehingga tubuh mudah memar atau berdarah," tulis Meisya Siregar.

Lebih lanjut, Meisya memaparkan bahwa awalnya penyebab penyakit ini dianggap tidak diketahui.

"Penyebab awalnya dianggap tidak diketahui (idiopathic), namun kini dipahami sebagai reaksi sistem imun yang keliru dalam mengenali sel tubuh yang baik sebagai musuh," jelas Meisya.

Kronologi Awal

Awalnya, Bambang hanya batuk dan pilek. Namun, kondisi tersebut tak kunjung membaik hingga muncul gejala lain pada mata.

"Bambang mengalami gejala batuk dan pilek yang tak kunjung sembuh, bahkan mulai muncul lendir dari matanya," kenang Meisya.

Artis Meisya Siregar saat menghadiri ulang tahun Thomas Djorgie di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu, (12/6). Foto: Ronny

Setelah dilakukan pemeriksaan thorax dan rontgen, terungkap Bambang mengidap Sinus kronis, kondisi yang diturunkan secara genetis dari ayahnya, Bebi Romeo. Bambang sempat menjalani pengobatan intensif selama lima hari dengan mengonsumsi berbagai obat.

"Bambang menjalani pengobatan selama lima hari dengan konsumsi antibiotik, anti-radang, pengencer dahak, hingga cuci hidung," urai Meisya.

Namun, tiga hari setelah pengobatan selesai, gejala aneh ITP mulai muncul saat Bambang sedang beraktivitas.

"Bambang main bola dan ditemukanlah memar di lutut, dan hari kedua muncul di seluruh badan lebih banyak lagi memarnya. Tanpa demam, tanpa perubahan perilaku, tanpa sakit," ungkap Meisya.

Meski terpukul melihat kondisi anaknya, dan merasa kejadian ini adalah pengingat dari Sang Pencipta agar ia dan suaminya lebih intens menjaga titipan Tuhan.

"Ini sebagai pengingat dari Tuhan agar diri saya dan suami lebih baik lagi dalam menjaga titipan-Nya dan semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta," tulis Meisya.

Meisya pun memohon dukungan doa agar penyakit ini tidak bersifat permanen.

"Doain, semoga ini hanya akut yang nggak dibawa Bambang seumur hidupnya. Masih ada pengobatan lanjutan, sampai nilai trombosit Bambang stabil terus," tutup Meisya.