Rachel Vennya Ungkap Alasan Kabur: Sebelumnya Pernah Karantina dan Tak Nyaman
·waktu baca 2 menit

Rachel Vennya menjalani sidang kasus kabur karantina di Pengadilan Negeri Tangerang pada hari ini, Jumat (10/12). Selain ia, ada tiga terdakwa lain yang turut disidang, yakni kekasihnya—Salim Nauderer, manajernya—Maulida Khairunnisa, dan petugas protokoler Bandara Soekarno-Hatta bernama Ovelina Pratiwi.
Di hadapan majelis hakim, Rachel Vennya mengakui bahwa ia tak melakukan kewajiban karantina sebagaimana mestinya sepulang dari Amerika Serikat pada September lalu. Selebgram berusia 26 tahun tersebut juga juga mengungkap alasan mengapa dirinya kabur karantina.
Rachel Vennya mengatakan pernah menjalani karantina sepulang dari Dubai, sebelum ia ke Amerika Serikat. Dirinya kala itu merasa tak nyaman sehingga tak ingin lagi merasakan pengalaman dikarantina.
"Kesalahan saya, Yang Mulia. Sebelumnya saya pernah karantina dan saya enggak nyaman, itu aja. Sebelumnya karantina, pulang dari Dubai, lima hari," ujar Rachel Vennya dalam sidang.
Ya, ini berbeda dengan alasan yang pernah Rachel Vennya lontarkan kala menjadi bintang tamu di kanal YouTube Boy William. Saat itu, ia mengaku kabur karantina karena rindu dan ingin cepat bertemu anak-anaknya.
Selain itu, di hadapan majelis hakim, Rachel Vennya juga menceritakan bagaimana ia bisa kabur dari kewajiban karantina. Dirinya mengaku dibantu oleh sejumlah orang, termasuk petugas bandara yang kini juga menjadi tersangka dan oknum TNI.
Menurut Rachel Vennya, setiba di Indonesia, dari bandara, kala itu ia bersama Salim Nauderer dan Maulida Khairunnisa langsung pergi ke Wisma Atlet. Namun, mereka tidak menginap di sana, melainkan pulang ke rumah.
Rachel Vennya juga mengungkap bahwa ia membayar Rp 40 juta untuk bisa kabur karantina. Uang itu ditransfernya kepada petugas bandara Ovelina Pratiwi.
Di samping itu, seperti telah diberitakan, ditemukan dugaan adanya dua oknum TNI yang membantu Rachel Vennya. Kedua oknum TNI itu berinisial FS dan IG.
