Kumparan Logo

Raisa Tinggalkan Sisi Lembutnya demi Jadi Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Raisa saat konferensi pers dan latihan musik Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Raisa saat konferensi pers dan latihan musik Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Raisa akan tampil sebagai tokoh utama Srikandi dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026: Hikayat Srikandi Nusantara. Bukan hanya membawakan lagu-lagu Nusantara, penyanyi yang identik dengan citra lembut dan kalem itu juga harus menjalani proses transformasi karakter yang menurutnya tidak mudah.

Raisa mengaku tantangan terberatnya justru bukan menyanyi, melainkan meninggalkan persona dirinya sendiri demi menjadi seorang ksatria.

“Hari pertama tuh ‘Raisa stop kelamar-kelamar’. Itu belum ada dialog, belum ada koreo. Hilangin dulu kelamar-kelamar dirimu, kamu adalah seorang ksatria mulai saat ini,” ujar Raisa saat konferensi pers dan latihan musik Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Pelantun Serba Salah itu mengatakan bahwa karakter Srikandi sangat berbeda dengan dirinya. Ia harus belajar koreografi, dialog, hingga memahami alasan di balik kemarahan dan keberanian Srikandi dalam cerita.

“Yang paling susah buat aku adalah memahami karakternya, memisahkan karakter aku yang asli dengan karakter Srikandi ini. Kalau nyanyinya sih justru itu yang paling pede karena lagunya keren-keren, aransemennya keren banget,” katanya.

Raisa saat konferensi pers Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Jumat (24/4/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Selain memerankan Srikandi, Raisa juga menjadi vokal utama dalam lagu Cahaya Hati. Cahaya Hati menjadi salah satu lagu tema penting dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026. Menurutnya, lagu tersebut menjadi pengalaman yang berbeda dari karya-karya yang pernah ia nyanyikan sebelumnya.

“Aku belum pernah punya lagu kayak gini. Jadi aku bisa eksplorasi dari segi vokal, terus juga dari cara aku membawakan lagunya,” ucap Raisa.

Lagu Cahaya Hati diciptakan oleh Eross Candra, gitaris Sheila On 7. Eross menjelaskan bahwa proses kreatifnya berbeda dari biasanya karena sejak awal lagu itu memang dirancang untuk menjadi bagian dari alur pertunjukan, sehingga nuansa, emosi, dan penempatannya di dalam cerita sudah dibayangkan sejak proses penulisan.

Raisa bahkan merekam lagu tersebut sebelum memulai latihan sebagai Srikandi. Namun setelah menjalani latihan di Yogyakarta dan membawakannya bersama orkestra serta paduan suara, ia merasa lagu itu memiliki makna yang jauh lebih dalam.

“Lagu Cahaya Hati ini memang core-nya Srikandi nanti di Pagelaran Sabang Merauke. Di sini tempatnya dia membangkitkan semangat pasukannya maupun semangat semua penonton yang ada di Indonesia Arena nanti,” tutur Raisa.

Yura Yunita Kembali Jadi Mahadewi, Janjikan Kejutan Baru

Yura Yunita saat konferensi pers dan latihan musik Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Sementara itu, Yura Yunita kembali dipercaya memerankan tokoh Mahadewi untuk tahun ketiga berturut-turut. Ia menyebut Pagelaran Sabang Merauke sebagai ruang eksplorasi paling magis yang pernah ia rasakan sebagai seorang musisi.

Yura mengingat kembali tantangan yang pernah ia hadapi di dua edisi sebelumnya. Pada pertunjukan sebelumnya, ia sempat tampil dengan adegan terbang dari ketinggian sekitar 20 meter. Tahun ini, menurutnya, tantangan yang disiapkan justru lebih besar lagi.

“Tantangannya tentu lebih luar biasa lagi. Aku pengin berteriak, tapi kata Bu Silvi jangan dulu. Jadi harus nonton langsung nanti di Indonesia Arena,” ujar Yura sambil tertawa.

Selain tantangan teknis, Yura juga harus menghadirkan sosok Mahadewi yang menurutnya sangat magis dan sakral. Ia mengaku harus benar-benar masuk ke dalam karakter agar aura yang dipancarkan di atas panggung terasa utuh.

Pagelaran Sabang Merauke 2026 mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara dan akan melibatkan sekitar 1.700 seniman, termasuk orkestra, paduan suara, penyanyi, musisi, dan 387 penari dari berbagai daerah di Indonesia.

Sutradara Rusmedie Agus mengatakan bahwa seluruh proses kreatif pertunjukan ini dibangun di atas semangat yang sama, yaitu cinta terhadap budaya Indonesia.

“Ketika semua orang yang terlibat meletakkan cinta di atas segala kepentingannya, maka semuanya bisa dilakukan dengan sangat menyenangkan,” ujar Rusmedie.

Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, dengan menghadirkan kisah-kisah perempuan Nusantara seperti Srikandi, Mahadewi, Dayang Sumbi, Calon Arang, hingga ibu dari Malin Kundang dalam satu panggung musikal kolosal.