Kumparan Logo

Ramai soal Boikot Saipul Jamil dari TV, Ini Kata Seksolog Zoya Amirin

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyanyi dangdut Saipul Jamil melambaikan tangansaat keluar dari LP Cipinang, Kamis, Jakarta, (2/9). Foto: Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Penyanyi dangdut Saipul Jamil melambaikan tangansaat keluar dari LP Cipinang, Kamis, Jakarta, (2/9). Foto: Ronny

Kebebasan Saipul Jamil usai menjalani hukuman penjara atas kasus pencabulan dan penyuapan yang menjeratnya, menimbulkan polemik. Sebab, di hari kebebasannya pada 2 September lalu, pria yang akrab disapa Bang Ipul ini disambut bak pahlawan.

Saat keluar dari Lapas Cipinang, ia langsung dikalungkan rangkaian bunga merah putih dan mendapat buket bunga. Selain itu, ia dijemput mobil mewah bersama Indah Sari. Saipul juga tampak melambaikan tangan ke orang-orang yang di sekitar lapas layaknya seorang pesohor terkenal.

embed from external kumparan
Penyanyi dangdut Saipul Jamil melambaikan tangan saat keluar dari LP Cipinang, Kamis, Jakarta, (2/9). Foto: Ronny

Aksinya tersebut langsung dikecam masyarakat. Saipul dinilai tak pantas mendapatkan sambutan seperti itu mengingat dirinya adalah pelaku pedofilia. Tak hanya menuai kecaman, seruan boikot Saipul dari acara TV dan YouTube pun bergema.

"Hanya di negeri kita ini sih "penjahat" bisa viral, kalau di Sokor udah di blacklist di pertelevisian. Semoga orang media kita, terutama orang tipi lebih tereducate ya jangan pikirin rating mulu tapi juga quality dan masa depan bangsa," tulis seorang netizen.

embed from external kumparan

Seksolog Zoya Amirin Ungkap Alasan Setuju dengan Aksi Boikot Saipul Jamil dari TV

Seksolog Zoya Amirin, salah satu orang yang setuju dengan aksi boikot Saipul dari TV. Menurutnya para pelaku pedofilia tak pantas untuk diberi panggung. Zoya pun mengungkap alasan mengapa ia ingin para pelaku kekerasan seksual tak muncul di TV nasional.

"Saya tidak punya dendam pribadi dgn SJ, saya tidak kenal dengan SJ. Saya memikirkan kesejahteraan korban & orang terdekat korban kekerasan seksual. Apakah harus terjadi pada orang terdekat kita baru kita peduli terhadap kesehatan mental menghadapi trauma?" tulisnya dalam salah satu postingan di Instagram.

embed from external kumparan

Zoya menambahkan bahwa terdengar lucu bila pada akhirnya pelaku yang berbuat, tapi pelaku juga yang memaafkan korban karena telah membuatnya masuk penjara.

Hal ini diduga dilontarkan Zoya karena ucapan kakak Saipul Jamil yang mengatakan bahwa sang adik tidak memiliki dendam kepada pihak mana pun yang membuatnya harus dipenjara selama 8 tahun.

"Siapa yang melakukan siapa yang memaafkan. Agak lucu sih ini," kata Zoya.

Zoya Amirin. Foto: Instagram/zoyaamirin

Lebih lanjut, seksolog berusia 45 tahun ini juga mengecam sikap stasiun TV yang masih memberikan panggung kepada Saipul dengan mengundangnya sebagai bintang tamu. Meurut Zoya, hukuman penjara hanyalah sebatas hukuman secara fisik, bukan untuk merehabilitasi jiwa.

"Shame on you! kepada stasiun TV yang lebih peduli rating daripada kepedulian memberi panggung kepada pelaku kekerasan seksual. Dipenjara itu adalah hukuman fisik bukan proses rehabilitasi jiwa. Masuk penjara memangnya sembuh dari perilaku seksual yang tidak sehat?!" ujarnya.

"Yakin @kpipusat mau membiarkan siaran tidak sehat di TV nasional? Ini bukan soal mantan napi tapi soal pemicu kekerasan seksual disiarkan secara nasional. Semoga boikot saya didengar & didukung oleh @kpai_official ๐Ÿ™๐Ÿผ #SahkanRUUPKS #GerakBersama #BoikotPelakuKekerasanSeksualdiTVnasional," tambah Zoya.

Muncul Petisi Boikot Saipul Jamil dari TV dan YouTube

Menyambung kecaman masyarakat terhadap Saipul Jamil, muncul petisi bertajuk BOIKOT SAIPUL JAMIL MANTAN NARAPIDANA PEDOFILIA, TAMPIL DI TELEVISI NASIONAL DAN YOUTUBE di situs change.org. Pada Sabtu (4/9) pagi, petisi itu sudah ditandatangani sebanyak lebih dari 140 ribu kali.

"Jangan biarkan mantan narapidana pencabulan anak di usia dini (pedofilia) masih berlalu-lalang dengan bahagia di dunia hiburan, sementara korbannya masih terus merasakan trauma. Sungguh sangat berharap stasiun televisi melakukan hal yang sama dengan memboikot mantan narapidana pencabulan anak di usia dini (pedofilia) muncul," bunyi deskripsi dalam petisi tersebut.