Kumparan Logo

Reza Rahadian Umumkan Film Casparina: Film Panjang Kedua, Angkat Kisah Nenek

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Reza Rahadian dan para cast film Semua Akan Baik-baik Saja di BSD, Selasa (21/4/2026).
 Foto: Vincentius Mario/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Reza Rahadian dan para cast film Semua Akan Baik-baik Saja di BSD, Selasa (21/4/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Aktor Reza Rahadian kembali duduk di kursi sutradara setelah sukses debut lewat film Pangku (2024). Kini, Reza siap membawa kisah keluarganya ke kancah internasional melalui proyek film panjang kedua bertajuk Casparina.

Kabar ini diumumkan oleh rumah produksi Gambar Gerak melalui akun Instagram resmi @filmcasparina. Tak tanggung-tanggung, dalam proyek ini Reza Rahadian menggandeng sineas ternama Kamila Andini untuk berkolaborasi menulis skenarionya.

"Dengan rasa syukur, kami persembahkan Casparina. Proyek film panjang kedua Reza Rahadian yang skenarionya ditulis bersama Kamila Andini, dan diproduseri oleh Arya Ibrahim dan Gita Fara," bunyi unggahan tersebut.

Reza Rahadian saat di Konferensi Pers Next Step Studio di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Sinopsis Film Casparina yang Disutradarai Reza Rahadian

Film Casparina dijadwalkan memulai perjalanannya di Asian Project Market (APM) 2026, yang merupakan bagian dari Busan International Film Festival di Korea Selatan pada 10-13 Oktober 2026 mendatang.

"Perjalanan CASPARINA akan dimulai di Asian Project Market 2026. Semoga langkah pertama ini menjadi awal dari perjalanan yang baik. Mohon doa dan dukungannya agar semuanya diberikan kelancaran," tambah pihak produksi.

Film ini diambil dari nama nenek Reza Rahadian, Francisca Casparina Fanggidae, tokoh pejuang kemerdekaan, wartawan senior, dan eksil politik Indonesia. Film ini memotret perjalanan hidup sang nenek sebagai seorang eksil politik.

Kehidupan Casparina berubah drastis pasca Gerakan 30 September 1965. Dicap sebagai loyalis Sukarno dan pendukung gerakan kiri, ia kehilangan kewarganegaraannya saat sedang berada di luar negeri. Kala itu, Casparina tengah menghadiri Kongres International Organization of Journalists (IOJ) di Chile.

Situasi politik yang memanas membuatnya tidak bisa kembali ke Indonesia. Casparina harus menjalani hidup berpindah negara, mulai dari Tiongkok hingga akhirnya menetap lama di Belanda sebagai orang buangan.

instagram embed

Selama puluhan tahun di perantauan, ia tak tinggal diam. Casparina aktif menyuarakan isu pelanggaran HAM pasca-1965 melalui organisasi Komeitee Indonesie dan aktif dalam berbagai komisi perempuan.

Penantian panjangnya untuk pulang akhirnya terwujud pada 2003, setelah puluhan tahun terpisah dari tanah kelahiran.

Casparina jadi proyek film panjang kedua dari Gambar Gerak, rumah produksi milik Reza Rahadian bersama Arya Ibrahim sejak 2020.

Meski sinopsis dan latar belakang telah terungkap, PH masih menyimpan deretan nama aktor dan aktris yang akan menghidupkan karakter dalam film ini.