Kumparan Logo

Ria Irawan tentang Berobat dengan BPJS dan Munculnya Kanker Kedua

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ria Irawan bersama kucing hitamnya. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ria Irawan bersama kucing hitamnya. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Ria Irawan mengaku memanfaatkan fasilitas dari BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kesehatan untuk urusan pengobatan selama berjuang melawan kanker. Aktris berdarah Jawa-Minang itu ingin mendukung program pemerintah dan memudahkan prosesnya.

“Kita harus sadar bahwa pemerintah baru memulai sistem BPJS. Kita sebagai warga negara harus memberikan dukungan dengan nggak ngerepotin,” ujar Ria.

video youtube embed

Selama menggunakan BPJS, bintang film ‘Janji Joni’ itu memanfaatkan PET/CT Scan (Positron Emission Tomography and Computed Tomography Scanning) yang berfungsi untuk mendeteksi perubahan atau aktivitas sel di dalam tubuh dengan media warna. Ia pun dinyatakan bebas kanker pada April 2015. 

Baginya, saat itu adalah momen yang membuat tenang, bahagia, dan memberinya rasa aman. Ria kemudian tergerak untuk membagi pengalamannya melawan kanker dan memotivasi mereka yang mengidap penyakit tersebut. Saat itu Ria Irawan adalah seorang cancer survivor yang berhasil melawan kanker stadium 3C.

Ria Irawan mengunjungi penderita kanker lain. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ria Irawan mengunjungi penderita kanker lain. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

19 bulan kemudian, ia kembali melakukan PET Scan di akhir November. Tiga tanda kanker kembali terdeteksi di rongga perutnya, dan Ria diharuskan kembali menjalani kemoterapi pada 2 Desember 2016, bersamaan dengan ‘Aksi Bela Islam #212’.

Ditanya mengenai kemunculan kanker keduanya, Ria menjawab didahului dengan menghela napas panjang. Pada saat menjalani PET/CT Scan tahunan, aktris yang kini berusia 47 tahun itu melakukannya di pertengahan November 2016 di Rumah Sakit Gading Pluit. Itu adalah PET/CT Scan kedua Ria di sana. 

“Sebelum PET Scan, ada wawancara mengenai alergi obat, adakah rasa sakit di bagian tubuh, dan lain-lain. Gue cerita kalau gue habis mengalami kecelakaan karena jatuh hingga menyebabkan tulang gue retak... Gue pun melaporkan bahwa kondisi gue sekarang, gue merasakan sakit dari kaki sampai ulu hati,” jelas pemenang Piala Citra FFI di tahun 1988 sebagai ‘Aktris Pembantu Terbaik’.

Ria Irawan di Rumah Sakit Setya Mitra. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ria Irawan di Rumah Sakit Setya Mitra. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Ria mengakui bahwa PET/CT Scan keduanya tersebut membuat dia ketakutan. Padahal, Ria mengira kanker pertama sudah tutup buku. 

“Dari hasil PET Scan-nya juga tertulis bahwa di tempat kanker yang lama sudah nggak ada apa-apa. Tapi ternyata muncul lagi, ada tiga pula. Dan karena munculnya di rongga perut, jadi nggak bisa dioperasi. Harus kemoterapi dulu,” tambahnya pasrah.

Kemoterapi yang dijalani Ria pada awalnya hanya dua kali. Setelahnya harus dilakukan evaluasi apakan tubuh Ria merespons obat-obatan? Apakah ia harus menjalani radiasi lagi, dan lain-lain. Ria menyerahkannya semua prosesnya kepada dokter yang menangani. Lalu ada di mana level kanker kedua Ria?

“Stadium pada pasien kanker itu bukan semakin tinggi stadium, semakin berbahaya atau pasiennya jadi cepat mati. Bukan. Itu adalah istilah dokter untuk mengetahui letak di mana kanker itu berada dan seperti apa kondisinya," jelasnya.

Ria Irawan berjuang melawan kanker (Foto: @riairawan/Instagram )
zoom-in-whitePerbesar
Ria Irawan berjuang melawan kanker (Foto: @riairawan/Instagram )

"Dulu, kanker gue stadium 3C endometriosis (penebalan dinding rahim). Sekarang tetap endometriosis tapi letaknya semakin ke atas karena rahimnya sudah nggak ada. Sekarang, kanker gue menjadi stadium 3C2. Nah, biar dokternya saja yang tahu. Orang lain jangan sok tahu,” tambah Ria santai.

Wajah Ria berubah ketika ia diminta untuk memberikan pesan kepada para cancer survivor atau mereka yang sedang berjuang. Ia sempat menunduk dan tidak bicara selama beberapa detik. Dia mengalami krisis percaya diri setelah kemunculan kanker yang kedua.

“Jadi, kalau gue ditanya pas gue lagi menjalani pengobatan kanker yang pertama, gue akan jawab, ‘Please, no drama’. Tapi, kalau sekarang kayaknya… Ya, gue sempat introspeksi diri juga, sih. Gue selalu bilang sama diri gue sendiri, kalau gue mau sehat ya, berobat. Kalau mau sembuh, bertobat. Sekarang, dengan kemunculan kanker yang kedua, mungkin gue butuh pertobatan lebih," kata Ria Irawan.

Gue nggak tahu apa yang salah. Yang jelas, jangan malu kalau ada yang nasihatin dan ada yang negur dengan, ‘Banyak berdoa, ya. Udah salat tobat belum?’ atau ‘Ayo, ibadahnya lebih dikuatin’. Jangan jadi tersinggung.

Ria mengaku selalu berusaha mendengarkan teguran orang-orang di dekatnya tanpa tersinggung. Aktris berusia 47 tahun ini menerimanya dengan lapang dada dan berusaha mengambil sisi positif, agar ia tidak merasa sakit hati.

“Awal-awal sempat kesal pas orang-orang ngomentarin gaya hidup gue. Tapi, ternyata gaya hidup itu gabungan dari tiga pola, pola makan, pola gerak, dan pola pikir,” jelas wanita yang juga pernah main film ‘Madame X’ ini.

instagram embed

Di tengah perjuangannya melawan kanker kedua, Ria Irawan memutuskan untuk menerima pinangan Mayky Wongkar. Pria itu sudah 11 tahun menjadi asisten pribadinya. 

Simak terus kelanjutannya di kumparan!