Risa Amel Buktikan Dangdut Klasik Bisa Tetap Relevan untuk Gen Z
·waktu baca 2 menit

Di saat banyak penyanyi muda memilih jalur pop modern atau lagu-lagu viral, Risa Amel justru mantap mempertahankan dangdut klasik sebagai identitas bermusiknya.
Namun, di balik pilihannya itu, Risa ternyata punya misi besar. Ia ingin membuat dangdut klasik kembali terasa keren dan relevan di mata generasi muda, khususnya Gen Z.
Menurut Risa, selama ini dangdut klasik sering dianggap sebagai genre yang identik dengan generasi lama. Padahal, ia percaya masih banyak anak muda yang sebenarnya menyukai warna musik tersebut.
“Kalau aku aja yang masih muda bisa suka banget sama dangdut klasik, pasti ada banyak orang lain di luar sana yang merasakan hal yang sama,” ujar Risa Amel.
Keresahan itu kemudian ia terjemahkan lewat konsep musik dan penampilannya. Risa ingin menghadirkan dangdut klasik dengan kemasan yang lebih modern tanpa menghilangkan akar aslinya.
Ia menegaskan cengkok dan karakter vokal dangdut klasik tetap menjadi bagian penting dalam musiknya. Namun, dari sisi aransemen hingga visual, Risa mencoba membuatnya terasa lebih dekat dengan anak muda masa kini.
“Vokalnya tetap klasik, rasa dangdutnya tetap ada. Tapi mungkin dari musik, styling, dan cara penyampaiannya bisa dibuat lebih modern supaya anak muda lebih mudah masuk,” katanya.
Terinspirasi K-Pop
Menariknya, inspirasi Risa dalam membangun image datang dari dunia K-pop. Ia mengaku cukup sering memperhatikan bagaimana idol-idol muda tampil di atas panggung dengan identitas visual yang kuat.
“Aku suka banget lihat style artis K-Pop. Menurut aku Naykilla juga keren banget. Aku pengin tetap tampil muda dan punya gaya aku sendiri walaupun musik yang aku bawa klasik dangdut,” ungkapnya.
Tak hanya soal penampilan, Risa juga melihat bagaimana musik pop Korea berhasil membuat budaya lokal mereka diterima luas oleh generasi muda di berbagai negara. Dari situ, ia percaya dangdut juga punya peluang yang sama jika dikemas dengan pendekatan yang tepat.
Di tengah tren musik modern yang terus berkembang, langkah Risa mempertahankan dangdut klasik justru terasa berbeda. Meski sadar jalur yang dipilih tidak mudah, ia ingin membuktikan bahwa musik dangdut klasik tetap bisa terasa segar untuk anak muda.
“Aku pengin cari cara supaya orang-orang seusia aku bisa merasa kalau dangdut klasik itu keren, bukan sesuatu yang terdengar tua,” tuturnya.
