kumparan
21 Agustus 2018 17:31

Rossa Tidak Kecewa Meski Tampil Lipsync di Pembukaan Asian Games 2018

Rossa
Rossa. (Foto: Munady)
Penyanyi wanita Rossa turut menjadi salah satu penampil di pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu (18/8) lalu. Saat itu, ia menyanyikan dua lagu daerah, ‘Manuk Dadali’ dan ‘Si Jali-jali’ secara medley.
ADVERTISEMENT
Ketika penyanyi dangdut Via Vallen menjadi perbincangan netizen lantaran bernyanyi secara lipsync di pembukaan Asian Games 2018, Rossa mendapat pertanyaan serupa. “Teh tadi nyanyinya lipsync, ya?” tanya pemilik akun Instagram @katlyanaa.
Rossa menanggapi pertanyaan itu. Ia mengatakan harus bernyanyi secara lipsync lantaran tidak memungkinkan untuk tampil secara live.
Saat dihubungi kumparan via pesan singkat elektronik, pelantun lagu ‘Tegar’ itu mengaku tidak kecewa meski harus bernyanyi secara lipsync ketika pembukaan Asian Games 2018. “Memang itu (lipsync) yang dibutuhkan. Karena itu ‘kan stadion, jadi enggak mungkin juga (live),” kata Rossa, Selasa (21/8).
Rossa Mengakui Lipsync di Pembukaan Asian Games 2018
Rossa Mengakui Lipsync di Pembukaan Asian Games 2018 (Foto: IG @itsrossa910)
Perempuan berusia 39 tahun itu mengatakan bahwa sebulan sebelum acara para penampil sudah melakukan proses rekaman di studio. Hal ini dilakukan supaya tidak ada masalah ketika tampil di hari H.
ADVERTISEMENT
“Kami menghindari apa yang tidak diinginkan. Misalnya cuaca, tiba-tiba ada angin ataupun hujan, mic mati, atau pengisi acaranya misalnya suaranya habis. Karena itu ‘kan performa yang bakal dinantikaan dan ditonton banyak negara, bukan cuma Indonesia aja,” tutur Rossa.
Sebelum tampil di pembukaan Asian Games 2018, Rossa telah mempersiapkan diri dengan latihan. “Latihan sampai enam kali sebelum hari H. Latihan dari siang sampai malam supaya hasilnya bisa baik. Ketika melihat hasilnya senang banget,” ucapnya.
Rossa
Rossa. (Foto: Munady Widjaja)
Meski sudah kerap bernyanyi dari satu panggung ke panggung yang lain, perempuan kelahiran Sumedang ini tetap merasa gugup ketika harus tampil di pembukaan Asian Games 2018. Sebab, banyak hal yang mesti diperhatikan, mulai dari gerakan hingga posisi berdiri.
ADVERTISEMENT
“Dalam pikiran aku pastinya bangga terus sama deg-degan mau tampil meskipun itu nyanyinya enggak live,” kata Rossa.
Maka dari itu, Rossa menyayangkan sikap netizen yang mengkritik para penampil di pembukaan Asian Games 2018 karena bernyanyi secara lipsync. Seharusnya, menurut dia, masyarakat memberikan apresiasi lantaran acara tersebut bisa begitu spektakuler.
“Maka ketika netizen yang maha benar itu ngatain kenapa harus lipsync, mereka harus belajar lagi bahwa (membuat suatu) pertunjukkan itu banyak yang harus dipikirkan. Kalau lipsync bukan suatu masalah harusnya dan harusnya ini diapresiasi karena bukan dikerjakan satu orang, tapi ribuan orang, dan bisa dilaksanakan dengan baik,” tandas Rossa.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan