Ruang Emosi Lewat Karya YE: Dari Ghost Town hingga Panggung Jakarta

Musik terbukti memiliki peran lebih dari sekadar hiburan. Musik juga hadir sebagai sarana mengenali sekaligus meregulasi perasaan manusia.
Penelitian yang diterbitkan dalam Psychology of Music menunjukkan bahwa aktivitas bermusik, mulai dari mendengarkan, memainkan, hingga menciptakannya, berkontribusi pada regulasi emosi.
Psikolog Klinis Dewasa, Larasati Margaretha Soetrisno, memaparkan ada fungsi emosional berbeda dari cara kita berinteraksi dengan musik.
"Mendengarkan musik dapat membantu seseorang merasa terwakili atau merasa bahwa ada sesuatu yang merepresentasikan perasaan. Sementara bernyanyi, memainkan musik, atau menulis lagu bisa menjadi bentuk ekspresi emosi dan melepaskan stres," kata Larasati lewat keterangan resmi yang diterima kumparan.
Karya Emosional Karya YE atau Kanye West
Kedalaman emosional tersebut tercermin nyata dalam karya-karya YE atau Kanye West. Melalui nomor Ghost Town dari album ye (2018), ia mengeksplorasi pergulatan batin, kerentanan, serta cara menemukan kebebasan.
Sementara lewat Reborn, kolaborasinya bersama Kid Cudi dalam album KIDS SEE GHOSTS (2018), mereka menyuarakan pengalaman bangkit dari masa sulit, punya harapan, dan tekad melangkah maju.
Dari kedua trek ini, musik bertransformasi menjadi ruang aman bagi pendengar untuk berhenti sejenak, merefleksikan emosi yang kompleks, menemukan koneksi, sekaligus membuka percakapan penting mengenai kesehatan mental.
Kini, pengalaman emosional tersebut dapat dirasakan secara langsung dan kolektif melalui konser YE Live in Jakarta yang akan digelar di Gelora Bung Karno pada 24 Oktober 2026.
Mengusung Globe Stage, panggung ikonik 360 derajat, pertunjukan ini menyatukan musik, energi panggung, tata cahaya, audio, serta atraksi pyrotechnics.
Perpaduan imersif ini siap menghadirkan pengalaman yang menyentuh emosi penonton. Jangan lewatkan performa YE secara langsung dengan mengamankan tiket yang hanya tersedia melalui situs resmi yejakarta.com.
