Kumparan Logo

Ruben Onsu Alami Paranoid: Dapat Ancaman Pembunuhan hingga Takut soal COVID-19

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presenter Ruben Onsu saat ditemui dikawasan Tendean, Jakarta, Rabu, (19/2). Foto: Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Presenter Ruben Onsu saat ditemui dikawasan Tendean, Jakarta, Rabu, (19/2). Foto: Ronny

Ruben Onsu blak-blakan pernah berniat bunuh diri. Hal ini disebabkan karena Ruben tak kuat menghadapi beragam masalah dalam hidupnya.

Selain itu, Ruben juga rupanya punya trauma dalam hidupnya. Mengilas balik, di tahun 2015, Ruben Onsu pernah mendapatkan ancaman pembunuhan. Dari situ, Ruben katanya, lebih sering paranoid menjalani hari-harinya.

"Gue over (paranoid). Kan waktu itu keluarga gue pernah diancam dibunuh, mas," ungkap Ruben Onsu kepada Eko Patrio dalam video YouTube bertajuk BETRAND BERKALI-KALI MENGGAGALKAN NIAT BU**H DIRI RUBEN ONSU.

Bahkan, gara-gara trauma mendalam itu, Ruben menyewa ajudan untuk menjaga dirinya dan keluarganya. Bapak 2 anak ini mengatakan bahwa paranoid itu terjadi hingga saat ini.

"Trauma itu belum hilang, sampai sekarang gue enggak kelar. Sekarang, Onyo (Betrand Peto) mau lari sekeliling rumah aja, itu ajudan ngintilin aja. Gue parno," ujar Ruben.

Ruben Onsu saat ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa, (3/12). Foto: Ronny

Ruben mengaku sudah 3 tahun terakhir ini memakai ajudan. Hal ini cukup mengurangi rasa was-was yang suka dirasakan Ruben.

"Jadi, kalau dibilang sembuh total dari paranoid, enggak juga," katanya.

Saking Paranoid, Ruben Onsu Suka Bawa Makanan dan Minuman Sendiri

Ruben Onsu juga mengaku akibat paranoidnya yang berlebihan ini, ia kerap membawa botol minum dan makanan yang dibawa dari rumah.

Tak hanya itu, setiap ingin makan di luar, Ruben bahkan meminta orang kepercayaanya yang masuk ke dapur pemilik tempat makan. Menurut Ruben itu caranya mencegah diri agar tidak diracuni.

"Banyak deh yang menakuti pikiran gue. Jadi, kalau gue mau makan mi atau apa pun di warung pinggir jalan, orang gue yang gue suruh ke dapur, 'Lo deh yang masak'.

"Toko orang?" tanya Eko kaget.

"Iya, yang penting gue mau makan di situ, mi instan atau bubur kacang hijau. Kan kalau bubur kacang hijau depan mata gue, jadi dia enggak bisa ngapa-ngapain, kalau mi, gue suruh orang gue. Gue kan kalau datang sekompi, jadi bukan yang beli satu tapi banyak tingkah," beber Ruben Onsu.

Ruben Onsu saat ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa, (3/12). Foto: Ronny

Ruben menambahkan, tingkat paranoidnya bertambah sejak pandemi COVID-19 saat ini. Bukan lagi ancaman yang ia takutkan, melainkan penyakit.

"Semenjak COVID, makin naik. Tingkat parnonya jadi tambah, bukan hal yang mengancam lagi tapi penyakit. Jadi, gue ini lagi menghandel jangan sampai masuk ke tahap psikiater. Gue noid, noid banget," ungkapnya.

Ruben Onsu Sudah ke Psikolog Selama 7 Tahun

Ruben Onsu juga mengaku bahwa selama ini dirinya memiliki seorang psikolog. Selain itu, Ruben juga kerap melakukan konsultasi terkait kehidupan rumah tangganya bersama Sarwendah.

"Jadi komunikasi rumah tangga gue, ya, maksudnya Alhamdulillah sampai sekarang masih berjalan karena kita ada konsultannya, yaitu psikolog rumah tangga," ucap Ruben.

Menurut Ruben, psikolog tempat ia mengadu bahkan meluapkan seluruh perasaan marah dan kecewanya.

"Gue tidak mau salah langkah dalam mengambil keputusan. Gue kalau sama psikolog bisa marah, dia dengerin aja gue marah. Yang penting buat dia, gue enggak marah-marah di media," ujarnya.

Dengan semua paranoid yang dialami Ruben, Eko pun bertanya apakah Ruben tak ada niat untuk ke psikiater.

"Lo enggak ada niat ke psikiater?" tanya Eko.

"Belum, karena gue masih bisa meluapkan ke psikolog dan psikolog gue bisa menghandel semuanya. Gue itu enggak pernah marah di rumah juga, karena gue itu memendam. Ini udah tahun ke-7 gue ke psikolog," pungkasnya.