Kumparan Logo

Rumah Uya Kuya Dikirimi Banyak Karangan Bunga

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presenter Uya Kuya saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta. Foto: Dok. Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Presenter Uya Kuya saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta. Foto: Dok. Ronny

Rumah politisi Partai Amanat Nasional yang juga artis, Surya Utama alias Uya Kuya, dibanjiri karangan bunga yang berisi dukungan.

Karangan bunga itu dikirim setelah rumah Uya Kuya dijarah oleh sejumlah massa, beberapa waktu lalu.

Karangan bunga itu berasal dari berbagai pihak, seperti rekan sesama artis, fans, hingga orang yang pernah ditolong Uya Kuya.

Salah satu yang mengirimkan karangan bunga untuk Uya Kuya adalah Denise Chariesta. Bahkan ia memajang lebih dari satu karangan bunga.

"Kami tidak akan terprovokasi dengan video lama yang beredar dan diedit. Terima kasih telah jadi orang baik dan membantu banyak orang," isi karangan bunga Denise.

Rumah Uya Kuya dikirimi karangan bunga. Foto: Istimewa.

Karangan Bunga di Rumah Uya Kuya

Selain itu, ada karangan bunga yang datang dari orang yang mengatasnamakan 'Hamba Allah' hingga "Kami yang Pernah Ditolong Uya Kuya'.

“Di setiap luka ada daya, di setiap ujian ada makna. Tetaplah kuat Bang Uya Kuya. Doa terbaik kami untuk Abang & keluarga. – Warga Jaksel,” bunyi kalimat di dalam salah satu karangan bunga.

Uya mengaku telah ikhlas terkait rumahnya dijarah. Hanya saja, ia merasa sedih karena kucing-kucingnya turut diambil.

"Iya intinya aku ikhlas saja, enggak apa-apa aku ikhlas, cuma yang sedih kucing-kucing, makhluk hidup dijarah, gitu saja," kata Uya.

Kondisi rumah Anggota DPR Surya Utama atau Uya Kuya di Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (31/8/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Di sisi lain, Uya Kuya telah bertemu dengan seorang ibu-ibu yang menjadi salah satu terduga pelaku penjarahan di kediamannya

"Ternyata ada seorang terduga pelaku, ibu-ibu, umurnya lebih tua dari saya tadi membawa AC di dalam rumah, indoor AC, tadi saya ketemu, dengan rekan-rekan polisi di sini juga," tutur Uya di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

"Kondisinya ibu ini juga tukang parkir, terus juga cucunya juga bisu, disabilitas, suaminya juga tukang parkir, dia tinggal dengan anaknya dan cucunya," sambungnya.

Melihat kondisi ibu-ibu tersebut, Uya pun memutuskan untuk memaafkan dan tak melanjutkan laporannya. Ia berinisiatif mengajukan restorative justice.

"Saya mengambil inisiatif, saya yang mengajukan restorative justice. Jadi saya tanya apakah bisa ada metode restorative justice, dia bilang bisa. Saya langsung sebagai korban saya yang mengajukan dulu, untuk ibu ini saya akan restorative justice sehingga tak dibawa ke tahap berikutnya, sampai di sini aja," ungkap Uya.