Kumparan Logo

Sambil Berurai Air Mata, Millen Masuk ke Liang Lahat Ayahnya

kumparanHITSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prosesi pemakaman kakaknya Ashanty. (Foto: D.N Mustika Sari/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Prosesi pemakaman kakaknya Ashanty. (Foto: D.N Mustika Sari/kumparan)

Kakak kandung Ashanty, Hambali Samudero, yang juga merupakan ayah dari selebgram Millendaru meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir dalam usia 52 tahun.

Hambali dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Letak makam Hambali dekat dengan makam ibunya.

Prosesi pemakaman kakaknya Ashanty. (Foto: D.N Mustika Sari/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Prosesi pemakaman kakaknya Ashanty. (Foto: D.N Mustika Sari/kumparan)

Proses pemakaman Hambali dimulai pada pukul 17.07 WIB. Millen yang mengenakan baju berwarna putih turut mengantarkan sang ayah ke tempat peristirahatan terakhir. Ia juga ikut turun ke makam untuk menguburkan ayahnya.

Ashanty juga menghadiri proses pemakaman Hambali. Perempuan berusia 33 tahun itu tak dapat menahan air matanya. Ia menangis begitu jenazah diazankan.

Tak hanya Ashanty, air mata Milen pun mengalir saat pemakaman Hambali. Ia menangis tersedu-sedu pada saat menguburkan sang ayah.

Kakak ipar Ashanty, Liza Natalia, juga mengikuti pemakaman. Perempuan berusia 41 tahun ini berdiri di samping makam Hambali. Air matanya tampak mengalir.

Ashanty di pemakaman kakaknya. (Foto: D.N Mustika Sari/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ashanty di pemakaman kakaknya. (Foto: D.N Mustika Sari/kumparan)

Sebelum dimakamkan, Hambali sempat disemayamkan di kediaman Anang dan Ashanty di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat.

Belum diketahui secara pasti mengenai penyebab meninggalnya Hambali. Namun, Millen menduga ayahnya meninggal karena jatuh.

Millendaru di pemakaman ayahnya. (Foto: DN. Mustika/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Millendaru di pemakaman ayahnya. (Foto: DN. Mustika/kumparan)

Yusuf, adik almarhum Hambali, menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga dan rekan-rekan almarhum yang menghadiri proses pemakaman.

"Kami selaku keluarga besar ingin meminta keikhlasan agar dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya atas perbuatan almarhum yang disengaja atau tidak," kata Yusuf.