Sarwendah Pilih Tanggal Prosesi Kremasi Jenazah Ayah Berdasarkan Fengshui
ยทwaktu baca 2 menit

Jenazah mendiang ayah Sarwendah, Hendrik Lo, tengah disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara. Sejumlah pelayat dari keluarga dan kerabat masih mendatangi rumah duka seraya memberikan penghormatan terakhir untuk Hendrik Lo.
Rencananya, ibadah tutup peti akan digelar pada Senin (21/7). Sementara prosesi kremasi jenazah Hendrik akan dilakukan pada Rabu (23/7).
Sarwendah mengungkapkan alasan di balik pemilihan tanggal tersebut. Ia menyebut pemilihan tanggal tersebut berdasarkan perhitungan fengshui.
"Hitungan fengshui aja, Papi aku kan lumayan Chinese toktok jadi hitung fengshui. Jadi sudah dihitung (kremasi) tanggal 23," kata Sarwendah di rumah duka, belum lama ini.
Mantan istri Ruben Onsu ini juga mengungkapkan bahwa abu jenazah sang ayah akan dilarung di laut. Dia menceritakan proses pelarungan abu jenazah sang ayah.
"Waktu itu kan Nenek biasa ulang tahun di kapal jadi nanti pas kremasi sekalian ngasih mau kayak gitu, lewat Yeye (ayah). Karena kan Yeye suka ngumpul-ngumpul," kata Sarwendah.
"Sudah beli tempat yang double karena Nenek request mau (larung) abunya bareng," tambahnya.
Sarwendah Sudah Pesan Jas untuk Ulang Tahun
Dalam kesempatan yang sama, Sarwendah menjelaskan soal jas yang digunakan sang ayah. Katanya, jas tersebut sudah dipesan mendiang ayahnya sebelum meninggal dunia.
Hendrik sudah menyiapkan jas tersebut untuk dikenakan pada hari ulang tahunnya di bulan Agustus mendatang.
"Memang dia sudah mau rayain ulang tahun. Ya seperti yang kalian lihatlah Yeye kan memang suka banget kumpul bareng teman-temannya dia gitu. Jadi memang pada saat nanti bulan 8 tanggal 18 kan ulang tahun dia," tukasnya.
Hendrik Lo meninggal dunia di usia yang ke 63 tahun. Hendrik meninggalkan seorang istri, Rospita Tjoa, dan tiga orang anak.
Hendrik mengembuskan napas terakhirnya usai menjalani perawatan di rumah sakit lantaran penyakit komplikasi yang dialaminya.
