Sebagai Istri, Ashanty Merasa Sudah Seharusnya Bela Anang Hermansyah

Polemik soal RUU Permusikan membuat Ashanty dan drummer Superman Is Dead, Jerinx, beradu pendapat di media sosial. Jerinx menyinggung RUU yang telah masuk Prolegnas tahun 2015-2019 ini akan beberapa pasal di dalamnya yang disebut dapat membatasi kreativitas musisi dalam berkarya. Tidak hanya itu, Jerinx juga menyinggung Anang Hermansyah, musisi sekaligus anggota Komisi X DPR, yang juga inisiator dari RUU Permusikan. Tidak terima suaminya dikritik habis-habisan di media sosial, Ashanty kemudian angkat bicara. Ia membela Anang Hermansyah dan membantah semua tuduhan yang dilayangkan musisi asal Bali tersebut.

Ditemui di Bogor, Jawa Barat, belum lama ini, Ashanty merasa sudah seharusnya sebagai istri membela suaminya. Apalagi, ia tahu benar apa yang diinisiasi Anang dalam RUU Permusikan tersebut untuk kebaikan musisi itu sendiri. "Jeleknya Mas Anang, Mas Anang tuh enggak pernah ngomong, diem saja, 'sudah biarin saja'. Mau dikecam gimana, diem saja. Jadi kan, kita kesel," ujar Ashanty. Ia mengatakan, posisi Anang sebagai anggota DPR akan selesai dalam dua bulan ke depan. Selanjutnya, Anang dikatakannya akan kembali menjadi musisi. Untuk itu, tidak mungkin jika Anang memperjuangkan pasal yang dapat merugikan musisi. "Dua bulan lagi Mas Anangs udah bukan anggota DPR, lho, sudah kembali jadi musisi. Masa dia memberikan pasal yang merugikan untuk musisi," kata Ashanty. Ibu dua anak ini mengatakan ia tidak bisa menjelaskan tentang proses dari RUU Permusikan itu sendiri. Yang bisa menjelaskan lebih detail dan lebih berhak adalah Anang.
Namun, yang pasti, ujar Ashanty, sebagai inisiator RUU Permusikan, Anang memperjuangkan apa yang selama ini diperjuangkan oleh Jerinx sebagai musisi. "Dia (Jerinx) marah kalau misalnya lagunya dia dibawakan orang, ya, itu kan yang diperjuangkan suamiku supaya orang kalau mau pakai lagu orang gimana, ada royaltinya. Ya, itu kan yang diperjuangkan Mas Anang," kata Ashanty. Ia juga mengatakan bahwa suaminya adalah orang yang mengusulkan dan berjuang untuk RUU Permusikan. Namun, bukan dia yang merumuskan. "Kan ada nih, orang yang bertanggung jawab terhadap naskah akademik ini. Kalau Anang yang bikin ya, hebat banget, mungkin sebentar lagi jadi menteri," kata Ashanty. Sebelumnya, Anang mengatakan akan berbicara panjang lebar soal RUU Permusikan pada 4 Februari mendatang bersama Kami Musik Indonesia (KMI) dan lebih dari 50 komunitas musik dalam satu diskusi di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.
