Kumparan Logo

Sebelum Ibunda Meninggal, Roro Fitria Sempat Mimpi Buruk

kumparanHITSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Roro Fitria ditemani Ibunya saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (16/8/2018). (Foto: Giovanni/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Roro Fitria ditemani Ibunya saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (16/8/2018). (Foto: Giovanni/kumparan)

Jenazah ibunda Roro Fitria, Retno Winingsih, saat ini sudah berada di Yogyakarta, untuk segera dikebumikan. Setelah mengurus perizinan, penyanyi berusia 28 tahun tersebut akhirnya diizinkan untuk mengikuti proses pemakaman yang rencananya akan digelar setelah salat zuhur nanti.

Jauh sebelum sang ibunda meninggal pada Senin (15/10) karena mengalami sesak napas dan akhirnya kritis, Roro ternyata sudah sempat mengalami mimpi buruk.

Ia bermimpi salah satu giginya tanggal. Berdasarkan mitos yang beredar, mimpi tersebut menandakan jika ada seseorang terdekat yang akan segera meninggal dunia.

"Habis mimpi, terus 'Astaghfirullah', tapi saya enggak menceritakan itu ke siapa-siapa termasuk kakak-kakak saya dan handai taulan. Karena saya mikirin aja enggak berani," ucap Roro saat dijumpai di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sebelum lepas landas ke Yogyakarta, Selasa (16/10).

Pelantun lagu 'Jedag Jedug' tersebut merasa begitu sedih saat mengetahui mimpinya itu menjadi kenyataan. Apalagi, seseorang yang tutup usia itu adalah sang ibu, seseorang yang paling dekat dengannya dan selama ini selalu setia menemani Roro menghadapi sidang.

"Kemarin, tanggal 15 Oktober mimpi itu jadi kenyataan. Makanya, saya sampai merinding sampai pingsan-pingsan," ujarnya.

Roro Fitria (kanan) dan kuasa hukumnya, Asgar Sjarfi (kiri). (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Roro Fitria (kanan) dan kuasa hukumnya, Asgar Sjarfi (kiri). (Foto: Dok. Istimewa)

Sebelumnya, saat mendiang Retno masih hidup, ia pernah mengaji bersama sang putri terkasih di ruang tunggu pengadilan, sembari menunggu panggilan sidang. Roro Fitria kemudian mengenang rutinitasnya membaca Al-Quran bersama ibunya saat masih bersama dulu.

"Jauh sebelum saya kena musibah masuk di tahanan juga selalu habis salat Maghrib, saya sama mama suka ngaji bareng gitu. Karena mama kan senang denger suara saya ngaji," kata Roro.

"Terus mama juga karena usia dan sakit enggak begitu fasih ngajinya, jadi seneng saya ngajiin, saya bacain latinnya juga, artinya juga, jadi dia bareng," lanjutnya.

Roro mengaji bersama mamanya di PN Jaksel. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Roro mengaji bersama mamanya di PN Jaksel. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Dalam perjalanan ke Yogyakarta, Roro Fitria didampingi oleh sepuluh orang. Ia diberi waktu 1x24 jam untuk memberi penghormatan terakhir kepada bundanya.

"Ini dari kejaksaan dua, dari pihak kepolisian 3, dari tim kuasa hukum sama kerabat saya 5, jadi ada 10 ya. Nanti sore, saya langsung ke Jakarta lagi," tutup Roro Fitria.