Selain Raline Shah, 5 Seleb Ini Jadi Direktur di Perusahaan Besar

Baru-baru ini, nama Raline Shah menjadi perbincangan hangat banyak orang setelah fotonya bersama CEO maskapai AirAsia Tony Fernandes merebak di media sosial.
Eits, tunggu dulu. Ini bukan berita gosip. Foto yang diunggah Tony ke akun Instagramnya itu ternyata bertujuan untuk memperkenalkan posisi Raline sebagai komisaris PT AirAsia Indonesia (AirAsia). Lho, kok bisa?
"Our new director in Airasia Indonesia @ralineshah. Smart creative humble. A real coup readying our company for IPO," tulis Tony Fernandes dikutip kumparan (kumparan.com), Selasa (8/8).

Kabarnya, Raline digadang-gadang untuk menarik perhatian masyarakat lantaran maskapai asal negeri Jiran ini berencana membawa AirAsia melantai di bursa saham Indonesia melalui Initial Public Offering (IPO). Wanita berusia 32 tahun itu pun dipilih sebagai 'wajah baru' dalam jajaran direksi AirAsia untuk persiapan IPO.
Pihak AirAsia pun akhirnya meluruskan jika pemain 'Surga Yang Tak Dirindukan' itu menjabat sebagai Komisaris Independen AirAsia Indonesia.

Lalu, apakah kinerja Raline memenuhi standar untuk seorang komisaris?
Sebelumnya, kamu perlu tahu pekerjaan Raline. Ia bisa disebut sebagai Celebrity Board Director atau Komisaris Selebriti, seseorang yang memiliki pengaruh signifikan dalam proses pengambilan keputusan perusahaan.
Selebriti sendiri adalah sosok yang terkenal dan dikenal luas oleh masyarakat dan dunia bisnis yang menguasai perhatian publik dan media.

Lalu, apa hubungannya Raline dengan IPO? Karena kepemimpinan sebuah perusahaan yang menghadirkan Komisaris Selebriti untuk membawa nilai-nilai pers dan minat investor.
Seorang selebriti merupakan simbol yang populer dalam sebuah budaya. Seorang selebriti juga mampu mewakili sebuah produk endorsement dan layanan yang ditawarkan oleh sebuah brand.
Dia akan mempengaruhi sebuah produk atau layanan, saat dikaitkan dengan dua hal tersebut. Hal itulah yang disebut dengan endorsement.

Jadi, kehadiran Raline sebagai salah satu dari dewan direksi diharapkan mampu meningkatkan minat mereka yang ingin menjadi penanam saham di PT AirAsia Indonesia. Good strategy, Mr. Fernandes.
Tak hanya Raline, ada beberapa selebriti lain yang telah menjabat bagian dari dewan direksi perusahaan-perusahaan besar di dunia. Siapa saja mereka? Berikut rangkuman kumparan.
1. Al Gore (Anggota Dewan Direksi Apple, Penasihat Senior untuk Google)

Duduk di Gedung Putih sudah menjadi keseharian bagi mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Al Gore. Namun kelihatannya, teknologi adalah kesukaannya. Al Gore pun bergabung dengan Dewan Direksi Apple di tahun 2003, setelah terpilih dalam sebuah pertemuan.
Saat itu, mendiang CEO Apple, Steve Jobs, mengatakan bahwa, "Al membawa kekayaan pengetahuan dan kebijaksanaan yang luar biasa kepada Apple karena telah membantu menjalankan organisasi terbesar di dunia, yakni pemerintahan Amerika Serikat, sebagai anggota kongres, anggota senat, dan Wakil Presiden ke-45 kami."
"Al juga pengguna Mac yang rajin melakukan editing video sendiri di Final Cut Pro. Al akan menjadi anggota dewan direksi yang hebat. Kami sangat senang dan merasa terhormat bahwa dia telah memilih Apple sebagai dewan sektor swasta pertamanya untuk dilayani," lanjutnya.
Kabarnya, Gore juga punya saham di Apple senilai 30 juta pound sterling atau sekitar Rp 519 miliar.
2. Will.I.Am (Direktur Inovasi Kreatif Intel)

Anggota Black Eyed Peas yang satu ini pernah memperkenalkan smartwatch yang memungkin penggunanya untuk melakukan panggilan, mengakses media sosial dan menyimpan musik tanpa memerlukan telepon. Ia juga mengklaim smartwatch tersebut dirancang dan didanai secara independen.
Keahlian itu mungkin didapatkan saat ia menjabat sebagai Direktur Inovasi Kreatif Intel. Kala itu ia mengatakan bahwa, "Bekerja sama dengan para ilmuwan, periset, dan pemrogram komputer di Intel untuk berkolaborasi dan mengembangkan cara baru untuk berkomunikasi, menciptakan, memberi informasi, dan menghibur akan menjadi hal yang luar biasa."
3. Alicia Keys (Global Creative Director BlackBerry)

Pada Januari 2013, perusahaan telepon seluler Blackberry meluncurkan produk barunya pada seri Blackberry 10 OS, untuk bersaing dengan iPhone dan ponsel pintar Android. Dan di saat itulah, BlackBerry mengumumkan Alicia Keys sebagai anggota dewan direksi mereka.
Pelantun 'No One' ini diketahui pernah berada di panggung yang sama dengan Thorsten Heins, mantan CEO Blackberry. Di atas sana, Keys mengatakan bahwa dia sangat senang menjabat sebagai Global Creative Director BlackBerry.
Lucunya, ia sempat membuat kesalahan dengan menuliskan kicauan ke akun Twitter dari iPhone-nya.
4. Ashton Kutcher (Product Engineer Lenovo)

Pada Oktober 2013, suami Milla Kunis ini mengumumkan bahwa dirinya menjabat sebagai Product Engineer untuk Lenovo. Pengumuman tersebut dibarengi dengan perilisan Yoga Tablet dari Lenovo.
Ia mengatakan, pekerjaannya berhubungan dengan tim engineering Lenovo secara global untuk mengembangkan dan memasarkan berbagai perangkat berserta penggunaannya.
"Kemitraan dengan Lenovo ini menyatukan kecintaan akan teknologi dan desain yang membuat hidupmu lebih baik. Aku tidak sabar untuk menggali dan membantu Lenovo mengembangkan produk komputasi mobile masa depan, dimulai dengan Tablet Yoga," katanya pada sebuah kesempatan.
"Lenovo adalah jawaban tentang inovasi dan kepemimpinan yang kuat. Kewirausahaan adalah bagian dari DNA mereka, dan aku tidak bisa mendapatkan yang lebih baik (dari ini)," lanjutnya.
5. Bono dan The Edge 'U2' (Dewan Direksi Fender)

Selain bermusik, Bono dan The Edge juga menjabat sebagai anggota dewan direksi Fender. Keduanya diyakini dapat membantu membangun perusahaan untuk memenuhi potensinya sebagai bisnis dan merek.
Dua rocker ini bisa dibilang berada di tempat terbaik untuk mengetahui kualitas instrumen dan membantu perusahaan musik tersebut dengan konsep strategi dan pemasaran untuk meningkatkan keterlibatan penggemar.
"Aku telah menjadi penggemar gitar Fender sejak awal. Aku memainkannya di semua tur dan album U2, itu yang paling penting. Dan aku sangat tertarik untuk bekerja dengan tim desain Fender untuk beberapa gagasan baru," jelas Edge pada suatu kesempatan.
"Aku senang bisa menjadi bagian dari pengembangan teknologi baru dengan Fender, sekaligus membantu melindungi pekerjaan dan komitmen terhadap keunggulan kerajinan kuno mereka," Bono menambahkan.
