Kumparan Logo

Selebgram Ini Dirikan Komunitas Yoga untuk Mereka yang Bertubuh Plus

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hatha yoga untuk pernafasan. (Foto: Resnu Dwi Andika/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Hatha yoga untuk pernafasan. (Foto: Resnu Dwi Andika/kumparan)

Memiliki kecintaan terhadap olahraga yoga, membuat sosok selebgram Riezki Aisah ingin membuat sebuah gebrakan baru di dunia olahraga yoga Indonesia. Memiliki tubuh plus size tak mneyurutkan langkah Riezki untuk menjalani pola hidup sehat. Apalagi sebelumnya perempuan yang akrab dipanggil Kiki ini pernah punya pengalaman buruk dengan diet yang salah.

Sejak itu, Kiki pun mengubah gaya hidupnya, dengan mengatur pola makan dengan lebih banyak makan sayur dan mengonsumsi air putih. Selain itu, Kiki juga memilih untuk tekun menjalani olahraga yoga.

"Aku paling seneng aja kalau yoga, karena olahraga itu low impact ya. Orang gendut itu kan sangat mudah untuk cedera dan recovery nya pasti lebih lama dari mereka yang memiliki berat badan normal," ungkap Kiki kepada kumparan (kumparan.com), baru-baru ini.

embed from external kumparan

Kiki mengatakan jika olahraga yang sebelumnya ia tekuni, memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi daripada olahraga yoga.

"Dulu pas aku zumba sama running, itu high impact banget, ke jantung dampaknya jadi terlalu deg-degan, dan akhirnya malah jadi sesak napas sendiri," jelasnya.

Setelah rutin yoga, perempuan yang baru menikah pada bulan Mei lalu ini merasakan energi yang begitu positif.

"Yang pertama emosi itu lebih terkontrol ya. Dulu kan maunya ngamuk aja, sekarang lebih 'Ah yaudahlah terserah', mau bagaimana bentuknya aku lebih tenang menghadapinya. Aku bisa lebih toleransi sama banyak orang juga," kata Kiki.

Saking cintanya dengan olahraga yoga, Kiki juga sampai mendirikan sebuah komunitas yoga khusus untuk mereka yang memiliki bentuk badan plus size, bernama Curvy Yoga Indonesia.

instagram embed

Mungkin selama ini olahraga yoga hanya identik dilakukan oleh mereka yang memiliki berat badan ideal saja atau pun yoga khusus ibu hamil. Kiki pun merasa selama ini belum ada tempat yoga yang khusus bagi mereka yang memiliki tubuh plus size.

"Aku kan emang suka yoga, karena banyak dampak positif yang aku rasakan. Terus kan aku punya teman yang plus size itu banyak. Di Indonesia juga aku rasa belum ada sesuatu yang concern bagi orang-orang plus size. So, kenapa bukan aku aja yang buat?," ujarnya kembali.

Berdasarkan niat dan tekad seperti itu, Kiki akhirnya memberanikan diri membangun komunitas Curvy Yoga Indonesia. Menurutnya, Curvy Yoga sendiri adalah sebuah wadah yang ia bentuk untuk mereka yang mau mencoba sesuatu hal yang baru untuk memulai energi baru dari apa yang telah mereka dapatkan sebelumnya.

embed from external kumparan

Perempuan berusia 25 tahun itu mengaku saat awal dirinya mendirikan Curvy Yoga, ia belum memiliki pengetahuan yang banyak soal olahraga yoga itu sendiri.

"Seenggaknya, aku berani untuk ngajak semuanya, aku sharing energi positif dari yang udah pernah aku dapatkan sebelumnya. Dari situ aku mulai ngajakin orang-orang," katanya.

instagram embed

Awalnya, Kiki mulai mempromosikan Curvy Yoga miliknya melalui media sosial. Sampai akhirnya ia juga sering diundang oleh pihak televisi untuk memperkenalkan komunitas yang didirikannya tersebut.

"Aku mempromosikannya tuh dari yang masuk ke salah satu komunitas plus size gitu, terus di media sosial juga aktif dan ada beberapa TV yang tiba-tiba hubungin aku. Karena ini bener-bener hal baru banget di Indonesia."

"Aku juga enggak nyangka ternyata yang ikut kelas pertamanya itu banyak banget. Tadinya aku cuma buka untuk 30 orang aja, tapi yang datang sampe 150 orang, sampai kelasnya overload. Aku enggak nyangka bakal sebanyak itu," jelasnya.

instagram embed

Awalnya, kelas yoga yang dibuka Kiki diajar oleh seorang pelatih yang memiliki berat badan normal. Namun seiring berjalannya waktu, Kiki memiliki keinginan untuk mengambil sekolah khusus yoga, agar dirinya bisa mencontohkan teman-teman lain yang memilki berat badan plus seperti dirinya.

"Awalnya itu ada pelatihnya, waktu itu aku belum ikut sekolah yoga. Aku masih jadi murid yoga juga. Tapi sampai setelah berjalan, aku belum nemuin guru yoga yang badannya plus size juga kayak kita-kita. Akhirnya aku sendiri lah mau nyemplung, aku ambil sekolah yoga, biar kalau lagi latihan, teman-teman bisa liat juga kalau guru yang besar yang nyontohin," terangnya.

Riezki Aisah, instruktur yoga. (Foto: Dok. Riezki Aisah)
zoom-in-whitePerbesar
Riezki Aisah, instruktur yoga. (Foto: Dok. Riezki Aisah)

Dengan mendirikan Curvy Yoga Indonesia, Kiki juga menyerukan dan memberikan semangat kepada teman-teman yang senasib seperti dirinya, jika cantik itu tidak harus selalu dilihat dari bentuk badan saja.

"Cantik enggak harus kurus kok. Cantik itu adalah bagaimana kita menunjukkan diri kita. Orang gendut kadang terbentuk sama lingkungannya. Misal orang gendut itu enggak suka dandan atau orang gendut maunya pakai baju yang gede-gede. Tapi kan itu bisa kita ubah ya supaya tampilan kita juga jadi lebih menarik," tandasnya.