Sempat Murka di Sidang Perdata, Jessica Iskandar: Kesal karena Aku yang Korban

Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag sempat menghadiri sidang perdata buntut dari gugatan yang dilayangkan oleh Steffanus Budianto alias Steven. Sidang tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada 5 Oktober lalu.
Namun, sidang tersebut ditunda karena dari pihak penggugat tak hadir. Melihat hal tersebut, Jessica dan Vincent sempat emosi mengingat keduanya sudah menyempatkan diri datang jauh-jauh dari Bali untuk menghadiri sidang tersebut.
Perempuan yang akrab disapa Jedar ini juga mengaku kesal lantaran Steven yang merupakan terlapor dari kasus dugaan penggelapan dan penipuan yang dilaporkan Jedar, malah menggugat dirinya lantaran tak terima dirinya disebut penipu.
"Ya, aku kesal, aku berusaha memenuhi panggilan sidang, berangkat dari Denpasar hanya untuk menghadiri sidang, jadi gimana, ya, sudah aku korban, aku yang digugat pula. Jadi aku kesalnya, tuh, sudah kayak, 'oh Tuhan apa yang harus aku lakukan'," ungkap Jessica Iskandar saat menjadi bintang tamu di program Pagi Pagi Ambyar.
Jedar semakin kesal di hari itu lantaran ia sudah tiba dari pagi, namun penggugat tak menunjukkan batang hidupnya. Kuasa hukum Steven, kata Jedar, baru muncul setelah majelis hakim memutuskan sidang selesai dan ditunda.
"Pas aku keluar ruang sidang, ketemu pengacaranya. Pihak kliennya, terlapor memang tidak ada di situ dan hanya pengacaranya, jadi emosi aku sudah tidak tertahankan lagi," katanya.
Jessica Iskandar dan kuasa hukumnya, Rolland E Potu, juga mengatakan bahwa Steven sebagai pihak terlapor juga tidak pernah memenuhi panggilan polisi terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh Jedar.
Karena itu, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, pihak Jessica pun berharap agar polisi dapat mengambil tindakan tegas untuk menjemput paksa Steven.
"Panggilan sudah dua kali dan dia belum menghadap. Padahal laporan Jessica Iskandar sudah masuk lebih dulu ke polisi, dia baru menggugat secara perdata. Harusnya sudah jemput paksa, karena prosedurnya begitu," tutur Rolland dalam kesempatan yang sama.
Jessica sendiri menilai bahwa pihak Steven sama sekali tidak ada iktikad baik. Sejak laporan dilayangkan, Steven diduga tidak pernah berusaha untuk berdamai dengan Jessica. Yang ada malah Steven melayangkan gugatan kepada Jessica.
"Enggak ada iktikad baik karena selama ini laporan dari 15 Juni saja sudah 4 bulan, pengacaranya selalu bilang mau mediasi tapi sampai hari ini enggak ada sama sekali, komunikasi enggak ada sama sekali," kata Jedar.
Lantas, bagaimana sikap Jessica Iskandar bila ke depannya Steven juga tidak hadir lagi dalam sidang perdata berikutnya pada 19 Oktober mendatang?
"Apabila dia telat atau tidak datang, ya, menurut ketentuan hukum acara gugur gugatan dia. Tapi semua kewenangan Majelis Hakim dan kami tetap menghargai proses-proses itu, kami juga punya hak jawab," pungkas Rolland.
Dugaan penipuan yang dialami Jessica Iskandar berawal dari saat Jessica pindah ke Bali di tahun 2020. Jedar lalu mendapatkan endorsement mobil dari Triip.id.
Kala itu, Jedar diminta untuk mempromosikan mobil Alphard di akun Instagram miliknya dan akan dipinjamkan mobil tersebut selama satu minggu. Jedar menyebutkan ia berhubungan dengan seorang perempuan yang bernama Claudia.
Singkat cerita, Jedar kemudian diajak untuk bertemu dengan bos dari Claudia, yang merupakan komisaris Triip.id, bernama Christoper Steffanus Budianto atau yang lebih dikenal dengan Steven. Kata Claudia, Steven ingin makan malam dengan Jedar bersama kekasih Steven, Tiffany.
Steven menawarkan kerja sama penyewaan mobil, di mana Jessica menitipkan mobilnya pada perusahaan Steven untuk disewakan ke orang lain. Mereka akan membagi keuntungan dari hasil penyewaan tersebut.
Di bulan-bulan awal, Jessica masih mendapatkan keuntungan seperti yang dijanjikan. Namun, lama-kelamaan, ia tak pernah lagi mendapatkan bayaran, dan mobil-mobil miliknya justru hilang entah ke mana.
