Sempat Positif COVID-19 dan Dirawat, Komedian Papham Kini Sudah Diizinkan Pulang

Artis Papham sempat menjalani perawatan di rumah sakit setelah didiagnosa terkena COVID-19. Namun, ia saat ini sudah menjalani masa isolasi mandiri di rumah.
Hasil tes mengenai kondisi terakhir Papham memang belum keluar. Walau begitu, ia sudah dinyatakan layak untuk pulang.
“Sekarang ada peraturan baru kalau kita udah inkubasi dua minggu dan kalau enggak ada gejala kita udah boleh pulang, tapi tetap isolasi mandiri sampai hasilnya nanti negatif,” kata Papham saat dihubungi dalam program Rumpi yang tayang pada Senin (14/9).
Menurut Papham, ia sebetulnya sejak awal termasuk orang yang taat menjalani protokol COVID-19. Namun, Papham menduga tempat yang nyaman baginya sempat membuatnya lengah dan tak menjalani protokol sesuai yang dianjurkan.
“Akhirnya aku nyimpulin tempat yang paling berisiko adalah tempat nyaman kita, karena begitu nyaman kita lengah. Jadi kayak kita lepas aja dari protokol itu sendiri, salah satunya kumpul dari keluarga dan sahabat yang kita pikir aman, tapi ternyata, ya akhirnya kena-kena juga,” ucap Papham.
Meski demikian, Papham tidak menyebutkan secara detail di mana dia terpapar virus tersebut. Ketika terpapar, Papham mengaku bahwa dirinya hanya merasakan gejala ringan.
“Awal-awalnya habis pulang dari suatu tempat besokannya itu aku agak pusing, di hidung kayak orang tenggelam tapi kayak kemasukan air, ada tekanan di hidung, enggak ada kesulitan untuk napas, enggak ada sama sekali, cuma kayak pusing itu tiga jam-an lah,” tutur Papham.
Ketika itu Papham tengah disibukan dengan aktivitas membuat kue. Sehingga dia tidak begitu memikirkan kondisinya.
Baru keesokan harinya, Papham merasa kehilangan indra penciumannya. Ia mengaku benar-benar tak bisa mencium bau-bau sensitif kala itu.
“Makan enggak masalah, cuma aku enggak bisa nyium kayak minyak angin, apa yang nyengat aku enggak nyium sama sekali,” ujar Papham.
Meski ditemukan flek di bagian paru-paru, Papham mengaku tak mengalami gangguan pernapasan. Namun karena bobot tubuh yang berlebih, pihak rumah sakit memutuskan untuk melakukan perawatan terhadapnya.
“Virus ini suka gerogotin yang penyakit bawaan karena kegemukan takutnya COVID-nya ke mana-mana gitu, makanya aku dirawat di RSUD untuk dipantau, jaga-jaga one day aku colapse,” ungkap Papham.
“Di rumah sakit cuma lima hari karena kebetulan aku enggak nunjukin gejala apa pun dan kondisi progres terus, aku juga diinfus juga karena khawatirnya aku gemuk, ada cenderung gulanya, takutnya ada pengentalan darah. Baru sehari disuntikin infus besoknya baru aku pulang,” lanjutnya.
Papham Menjalani Isolasi Mandiri
Saat ini, Papham masih menjalani proses isolasi mandiri di rumah. Selama di rumah saja, ia mengaku berjuang untuk bisa mengendalikan kondisi psikisnya.
Papham mengaku kerap kali kepikiran dengan bisnis yang tengah dijalaninya. Kini ia hanya tinggal menunggu hasil tes terakhir, sebelum kemudian Papham dibolehkan kembali beraktivitas dengan protokol yang ada.
“Karena kan tagihan cicilan enggak bisa nunggu. Sementara nih kalau hasil RS emang agak lama banget karena kan dibantu pemerintah kan. Aku dari swab terakhir tiga mingguan, besok harusnya udah harus keluar (hasilnya), jadi udah harus kontrol lagi,” tutup Papham.
