Kumparan Logo

Sepuluh Meter, Film Pendek yang Suarakan Isi Hati Selama Masa Pandemi COVID-19

kumparanHITSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Poster film pendek Sepuluh Meter. Foto: Dok. OCBC NISP
zoom-in-whitePerbesar
Poster film pendek Sepuluh Meter. Foto: Dok. OCBC NISP

Pandemi virus corona masih merajalela di Bumi Pertiwi. Untuk menekan angka penyebarannya, pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk meminimalisir kegiatan di luar rumah. Kampanye #dirumahaja terus disuarakan.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, ada kalanya muncul perasaan bosan lantaran terus berada di dalam rumah. Perasaan yang tidak menyenangkan ini turut dirasakan oleh sutradara, Yandy Laurens.

“Saya merasa, secara tidak sengaja ada semacam tekanan buat kita yang ada di rumah bahwa, 'Sudah kalau rebahan #dirumahaja, bisa menyelamatkan dunia'," kata Yandy Laurens dalam jumpa pers virtual, Kamis (14/5).

"Jadi, nanti kalau merasa bosan, merasa stres, 'Ah kamu enggak usah stres, emang kamu tim medis, orang-orang yang harus kerja di luar'. Ada sebuah situasi di mana perasaan, jiwa, atau pribadi orang-orang yang ada di rumah ini, kayaknya tidak boleh stres, tidak boleh merasa takut,” sambungnya.

Jumpa pers virtual peluncuran #NyalakanHati dan pemutaran perdana Film Sepuluh Meter, Kamis (14/5). Foto: Dok. OCBC NISP

Ide tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah film pendek berjudul Sepuluh Meter. Film pendek merupakan bagian rangkaian gerakan #NyalakanHati dari Bank OCBC NISP.

Ka Jit, selaku Head of Strategy and Innovation Bank OCBC NISP menuturkan, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk tetap positif walau di tengah situasi seperti ini.

“Jadi, kita lihat Ramadhan tahun ini sangat berbeda, tidak bisa bersama secara fisik, kumpul-kumpul keluarga juga sulit. Efek perubahan ini memunculkan perasaan negatif, inilah yang mendorong Bank OCBC NISP untuk mengajak masyarakat Indonesia bergerak maju dan tetap produktif pada masa pandemi dengan meluncurkan gerakan #NyalakanHati. Salah satu yang kita lakukan terkait ini adalah Sepuluh Meter,” jelasnya.

Ringgo Agus Rahman Foto: Dok. Pribadi

Proses pembuatan film pendek ini berlangsung selama tiga minggu, dan semuanya dilakukan di rumah. Bagi sang pemeran utama pria, Ringgo Agus Rahman, film Sepuluh Meter ini mempunyai dampak yang besar buatnya. Sebab, ia merasakan betul bagaimana perasaan bosan dan suntuk selama #dirumahsaja.

“Perkataan gue sama persis (dengan di film), gue capek. Mulai dari orang-orang ngomong, ‘Tolong pasrah, tolong ikhlas’. Ikhlas sampai kapan? Gue tahu harus ikhlas, ketemu dengan ikhlas Sepuluh Meter itu akhirnya gue punya arti, kalau gue harus coba ikhlas untuk hari ini aja dulu, yang gue jalanin di depan mata. Gue jalanin dulu, sampai gue bisa mengantar anak, isteri gue tertidur di satu tempat tidur,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama turut hadir, Ayu Shinta, seorang psikolog dan mental health counselor. Wanita berambut pendek ini menuturkan cara-cara apa saja yang bisa dilakukan, jika perasaan cemas berlebihan muncul di tengah pandemi ini. Pertama, tenangkan diri terlebih dahulu dengan metode diaphragmatic breathing.

“Itu bisa dilakukan lima menit, 10 menit. Sehari mau sekali, dua kali, tiga kali, terserah, enggak ada overdosis. Itu untuk menenangkan. Itu dulu yang dilakukan teman-teman sebelum beralih ke hal-hal yang lain,” jelas Ayu Shinta.

Nirina Zubir Foto: Dok. Pribadi

Kemudian, fokus hanya pada hal-hal yang bisa dikendalikan. Tetap terhubung dengan sekitar juga bisa menjadi salah satu cara yang dilakukan. Terakhir, jika memang diperlukan jangan ragu untuk meminta bantuan kepada tenaga profesional.

Film pendek Sepuluh Meter bercerita tentang Nirina Zubir yang menyemangati sahabatnya, Ringgo Agus Rahman, agar terus bergerak maju dan tidak putus asa dalam menghadapi situasi saat ini. Kamu sudah bisa menyaksikan Sepuluh Meter mulai hari ini di kanal YouTube Bank OCBC NISP.

video youtube embed