Kumparan Logo

Shandy Aulia Akhirnya Maafkan Penghina Putrinya, Batal Lapor Polisi

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Shandy Aulia dan anaknya, Claire Foto: Instagram/@shandyaulia
zoom-in-whitePerbesar
Shandy Aulia dan anaknya, Claire Foto: Instagram/@shandyaulia

Shandy Aulia belum lama ini menggandeng pengacara Hotman Paris untuk mengambil tindakan hukum terhadap penghina putrinya. Seseorang tersebut adalah oknum perawat yang berdomisili di Manado, Sulawesi Utara.

Kini, tampaknya permasalahan itu tak akan sampai ke meja hukum. Sebab, menurut Hotman Paris, Shandy Aulia telah memaafkan penghina putrinya.

embed from external kumparan

"Ya, dimaafinlah. Makanya tidak dilanjutkan prosesnya," ujar Hotman Paris di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jumat (23/7).

Shandy Aulia. Foto: Ronny

Ya, Shandy Aulia batal melaporkan penghina putrinya ke polisi. Hanya saja, aktris berusia 34 tahun tersebut tak akan segan untuk benar-benar memolisikan oknum perawat itu jika hal yang sama terulang.

embed from external kumparan

"Cewek itu, kan, sudah minta maaf dan Shandy Aulia tidak melanjutkan ke proses pidana, kecuali cewek itu mengulangi lagi," kata Hotman Paris.

Sepengetahuan Hotman Paris, oknum perawat tersebut sudah datang ke Jakarta dan menyampaikan permohonan maafnya kepada Shandy Aulia.

embed from external kumparan
embed from external kumparan

"Kalau enggak salah (ketemu langsung). Saya enggak tahu detailnya, tapi cewek itu sudah datang ke Jakarta, gitu aja. Ada videonya, kok," ucapnya.

Hotman Paris mengatakan bahwa dirinya juga sempat menjelaskan kepada Shandy Aulia mengapa perkara tersebut tak perlu diperpanjang. Ia menilai hal tersebut sebagai hal remeh yang tak semestinya ditanggapi.

"Saya sudah bilang sama Shandy Aulia, 'Sudahlah. Kalau kita orang terkenal, biasalah orang biasa, netizen itu, kalimat-kalimat yang nyinyir, biarkan aja,'" pungkasnya.

Seperti telah diberitakan, Shandy Aulia sebelumnya merasa tak terima dengan komentar oknum perawat tersebut. Putrinya kala itu disebut kurang gizi lantaran kesalahan cara orang tua dalam merawat sang anak.