Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Slamet Rahardjo Sempat Tolak Main di Film 'Petulangan Menangkap Petir'
24 Agustus 2018 21:14 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:06 WIB

ADVERTISEMENT
Aktor senior Slamet Rahardjo mengaku menolak sejumlah tawaran bermain di film lain demi terlibat dalam 'Petualangan Menangkap Petir'. Namun sebelumnya, ia juga sempat menolak film yang diproduseri oleh Abimana Aryasatya tersebut.
ADVERTISEMENT
Pria berusia 69 tahun itu mengungkapkan alasan mengapa akhirnya menerima tawaran untuk terlibat di film bergenre anak-anak ini. Ia beralasan karena film itu mengangkat cerita legenda tentang Ki Ageng Selo, sehingga membuat Slamet tertarik.
Dalam film ini, ia berperan sebagai Eyang Slamet Rahardjo yang merupakan eyang dari Sterling (Bima Azriel) yang tinggal di Boyolali.
"Pertama juga film ini saya tolak, judulnya 'Sterling'. Saya bilang, 'Film opo iku? Kalau ceritanya tentang apa? Oh (tentang) Ki Ageng Selo mau saya, tolong dong judulnya ditukar'. Kalau enggak ditukar, saya enggak mau main," terang Slamet saat berada di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (24/8).
Tak hanya menghadirkan cerita legenda, Slamet mengaku bahwa generasi saat ini harus mengetahui bahwa Indonesia memiliki banyak pahlawan lokal. Hal itu sangat penting untuk mendidik anak-anak agar mau peduli dengan legenda tersebut.
ADVERTISEMENT
"Akhirnya, mengapa sih kita tidak bangga dengan pahlawan lokal? Kita punya Ki Ageng Selo, si penangkap petir itu kan ya. Seolah-olah mengada-ada, tapi untuk membangkitkan bahwa kita itu punya kemampuan, punya kepercayaan diri, kan penting. Jadi dengan demikian, yowis saya bilang, yang aku pegang adalah penangkap petir saja, yang lain lupakan. Kira-kira seperti itu," lanjutnya.
Selain itu, film ini kata Slamet, banyak memberikan kesan tentang modernisasi. Menurutnya, bangsa Indonesia saat ini seolah menjadi korban teknologi dan bukan pengendali teknologi. Akibatnya, banyak berita-berita bohong ataupun hoaks yang berseliweran di jagat raya.

"Modernisasi itu membebaskan kok, bukan mengikat. Kalau modernisasi itu mengikat, ya sekarang yang terjadi di Indonesia, kita kan jadi korban teknologi bukan pengendali teknologi. Jadi kita itu percaya Hoaks, percaya apa. Cobalah jadi pengendali teknologi kayak Sterling (nama karakter film), kan bagus," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Film yang bakal tayang pada 30 Agustus mendatang tersebut, dibintangi oleh Bima Azriel, Zara Leola, Fatih Unru, Abimana Aryasatya, Darius Sinathrya, Arie Kriting, Slamet Rahardjo hingga Putri Ayudya.
Latar pedesaan dalam film ini sangat terlihat, ditambah dengan pemandangan alam Boyolali yang terletak di antara dua gunung yakni Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.