Snoop Dogg Siap Ikut Pemilu untuk Singkirkan Donald Trump dari Kursi Presiden

Snoop Dogg adalah salah satu musisi yang paling lugas menolak rezim Donald Trump. Hal itu pula yang mendorongnya ikut pemilu untuk pertama kali pada November mendatang.
Saat diwawancarai oleh Real 92,3 Radio, rapper berusia 48 tahun itu menceritakan alasannya tidak pernah mengikuti pemilu. Ia merasa kecewa, karena selama ini mengikuti pemahaman yang salah.
"Bertahun-tahun aku percaya, orang dengan catatan kriminal tak bisa ikut pemilu. Sungguh, aku tidak tahu bahwa hal itu keliru. Saat ini, aku tak memiliki catatan kriminal. Jadi, aku akan ikut pemilu," ujar Snoop Dogg dilansir People.
Seperti diketahui, Snoop Dogg sempat terkait kasus kekerasan pada 1990. Ia sekali lagi menjadi tersangka kasus kekerasan pada 2007.
Di pemilu November 2020, Dogg secara terang-terangan mengaku, takkan memilih calon dari Partai Demokrat yang mengusung Donald Trump. Ia sudah sangat jengah dengan perilaku presiden berusia 73 tahun itu.
"Aku tidak mau melihat dia (Donald Trump) memerintah satu periode lagi. Aku akan keluar dan ikut pemilu," tuturnya.
Pelantun lagu Drop It Like It's Hot itu mendorong semua orang untuk juga mengikuti pemilu. Menurutnya, pemilu adalah satu-satunya langkah yang bisa diambil jika ingin melihat perubahan di Amerika Serikat.
"Kita takkan membuat perubahan, kita tak bisa bersuara, kecuali kita ikut terlibat. Saat ini aku menyuruh kalian, karena aku juga akan ikut serta di dalamnya," kata Snoop Dogg.
"Ini adalah caraku memberi contoh. Bukan dengan kata-kata, namun juga mengambil langkah nyata," sambungnya.
