Kumparan Logo

Spice Girls vs Destiny’s Child, Mana Grup Vokal Favoritmu?

kumparanHITSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Spice Girls dan Destiny's Child. (Foto: Dok. promotime.md dan Facebook @destinyschild)
zoom-in-whitePerbesar
Spice Girls dan Destiny's Child. (Foto: Dok. promotime.md dan Facebook @destinyschild)

Nama Spice Girls dan Destiny’s Child sangatlah terkenal di era '90-an hingga awal 2000-an. Berasal dari dua negara yang berbeda, masing-masing grup vokal wanita tersebut pastinya punya kelebihannya masing-masing.

Tahun ini, Spice Girls akan menggelar reuni. Belum ada kabar apakah Destiny’s Child juga akan melakukan reuni, tapi tidak sedikit penggemar yang menginginkan hal itu untuk terjadi.

Bagaimana dengan kamu? kumparan (kumparan.com) akan membandingkan keduanya dari berbagai sisi.

Awal karier

Spice Girls. (Foto: Dok. promotime.md)
zoom-in-whitePerbesar
Spice Girls. (Foto: Dok. promotime.md)

Di tahun 1994, Heart Management yang berlokasi di London, Inggris, mengadakan audisi pencarian bakat betajuk ‘The Stage’. Heart Management saat itu ingin membentuk sebuah grup vokal wanita sebagai tandingan grup vokal besutan mereka, Take That.

Dari 400 pendaftar, terpilihlah nama Mel B, Mel C, Michelle Stephenson, Victoria Beckham, dan Geri Halliwell. Pada mulanya, grup vokal ini diberi nama Touch. Setelah berjalan beberapa bulan, Stephenson dipecat karena dinilai gagal memenuhi standar menyanyi dan menari. Posisinya pun digantikan oleh Emma Bunton. dan nama Touch berubah menjadi Spice.

Pada 1995, Spice keluar dari Heart Management dan dipinang oleh manajer artis, Simon Fuller, dari 19 Entertainment. Demi menghindari masalah hukum dengan rapper Robert Green Jr. yang menggunakan Spice sebagai nama panggung, Fuller akhirnya mengubah nama grup vokal ini menjadi Spice Girls.

Di bawah asuhan Fuller, Spice Girls hanya butuh satu tahun untuk dikenal banyak orang. Single perdana mereka, ‘Wannabe’, sukses besar dan berhasil memuncaki berbagai tangga lagu dunia selama tujuh minggu berturut-turut.

Destiny's Child (Foto: Instagram @destinyschild)
zoom-in-whitePerbesar
Destiny's Child (Foto: Instagram @destinyschild)

Destiny's Child hampir sama seperti Spice Girls. Awalnya, Beyoncé Knowles dan LaTavia Roberson membentuk sebuah grup vokal bernama Girl’s Tyme. Pada 1992, Kelly Rowland bergabung setelah tinggal di rumah keluarga Knowles. Saat itu, Girl’s Tyme beranggotakan enam orang, Beyonce Knowles, LaTavia Roberson, Tamar Davis, Nikki dan Nina Taylor, serta Kelly Rowland.

Dengan formasi tersebut, mereka akhirnya memutuskan untuk mengikuti ajang pencarian bakat terbesar di Amerika Serikat pada era '90-an bertajuk ‘Star Search’. Meski punya suara yang bagus, tanpa pengelolaan yang baik, Girl’s Tyme akhirnya kalah secara mengenaskan.

Hal tersebut membuat ayah Beyoncé, Mathew Knowles, berkeinginan untuk mengambil alih manajemen. Mathew akhirnya memecat Davis dan Taylor bersaudara, dan mengganti mereka dengan LeToya Luckett. Pada 1996, Mathew memutuskan untuk mengganti nama Girl’s Tyme menjadi Destiny’s Child.

Satu tahun berselang, Destiny’s Child merilis single perdana mereka, ‘Killing Time’. Single tersebut menarik perhatian banyak produser di Amerika Serikat dan berhasil menjadi salah satu soundtrack di film ‘Men In Black’ di tahun 1997.

Jika melihat awal kariernya, Spice Girls jelas lebih terkenal dibandingkan Destiny’s Child. Lewat album pertama mereka saja, Spice Girls sudah sukses memuncaki tangga lagu di berbagai negara.

2. Karya dan penghargaan

Spice Girls (Foto: Instagram/@spicegirlsnet)
zoom-in-whitePerbesar
Spice Girls (Foto: Instagram/@spicegirlsnet)

Spice Girls aktif berkarya bersama selama 6 tahun, mulai dari 1994 sampai 2000. Mereka telah merilis tiga album dan 18 video musik.

‘Spice’ yang rilis pada 1996 menjadi album terlaris Spice Girls setelah menduduki tangga lagu di berbagai negara di pekan pertamanya. Album tersebut juga terjual lebih dari 23 juta kopi di seluruh dunia dan digadang-gadang sebagai album terlaris sepanjang masa yang dirilis oleh grup vokal wanita di era '90-an.

Melalui album tersebut, Spice Girls sukses memenangkan tiga kategori di Brit Awards 1998, tiga kategori di American Music Awards 1998, dan tiga kategori di World Music Awards 1998.

Saat Halliwell memutuskan untuk hengkang dari Spice Grils pada 1998, mereka terus berkarya. Bahkan, Spice Girls tetap bisa memenangkan berbagai penghargaan musik, beberapa di antaranya adalah mendapatkan dua nominasi London Music Awards 1999 dan dua nominasi Brit Awards 2000.

Meski album dan video musik mereka tidak terlalu banyak, Spice Girls tetap berhasil memenangkan 102 dari 252 nominasi di berbagai ajang penghargaan musik dunia. Tanpa perlu menelurkan karya baru, Spice Girls masih bertengger di posisi ke-7 grup vokal terbaik di dunia hingga saat ini.

Destiny's Child (Foto: Facebook @destinyschild)
zoom-in-whitePerbesar
Destiny's Child (Foto: Facebook @destinyschild)

Berbeda dari grup vokal asal Inggris tersebut, Destiny’s Child aktif di industri musik selama 10 tahun, sejak 1996 sampai 2006. Mereka telah menelurkan empat album dan 20 video musik.

‘Survivor’ menjadi album Destiny’s Child yang paling laris. Album tersebut terjual hingga 12 juta kopi di seluruh dunia. Bahkan, Billboard menempatkan album ini di posisi ke-70 daftar ‘Top 200 Albums of the Decade’.

Meski Roberson dan Luckett hengkang pada 1999 dan harus digantikan oleh Michelle Williams, ‘Survivor’ (2001) tetap sukses menjadi album terbaik dari grup vokal wanita di era 2000-an.

Banyaknya bongkar-pasang personel di tubuh Destiny’s Child tidak menghambat mereka untuk terus berkarya. Dengan Beyoncé, Kelly Rowland, dan Michelle Williams sebagai formasi tetap, grup vokal ini sukses memenangkan tiga dari 16 nominasi Grammy Awards. Sebagai bentuk penghargaan atas jerih payah mereka, nama Destiny’s Child terpampang di Hollywood Walk of Fame sejak 2006.

Sama-sama berprestasi, Destiny’s Child unggul tipis dibandingkan Spice Girls. Tak banyak orang atau grup musik yang mampu mencatatkan namanya di Hollywood Walk of Fame. Oleh karena itu, banyaknya prestasi Spice Girls sepertinya tak sebanding dengan apa yang dihasilkan Destiny’s Child.

3. Aktivitas personel setelah Spice Girls

Spice Girls adalah grup musik yang terbentuk pada tahun 1994 yang terdiri dari 5 wanita, Melanie Brown, Geri Halliwell, Emma Bunton, Victoria Adams, dan Melanie Chisholm (Foto: Instagram @spicegirlsnet)
zoom-in-whitePerbesar
Spice Girls adalah grup musik yang terbentuk pada tahun 1994 yang terdiri dari 5 wanita, Melanie Brown, Geri Halliwell, Emma Bunton, Victoria Adams, dan Melanie Chisholm (Foto: Instagram @spicegirlsnet)

Setelah Spice Girls bubar pada tahun 2000, para personelnya memiliki kesibukan masing-masing. Mel B sibuk menjadi seorang penyanyi solo dan telah menelurkan dua album. Dia juga dipercaya untuk menjadi juri di ajang pencarian bakat seperti The X-Factor Australia 2010, Britain’s Next Top Model 2012, dan America's Got Talent sejak 2013 sampai sekarang.

Sama seperti Mel B, Emma Bunton juga aktif menjadi seorang penyanyi solo dan telah menelurkan tiga album sejak 2001. Ia juga aktif menjadi juri di berbagai ajang pencarian bakat, termasuk Let’s Dance for Comic Relief 2009, Dancing on Ice 2010, dan Boyband 2017.

Meski Mel B dan Bunton sukses berkarier di dunia hiburan, Mel C adalah mantan personel Spice Girls yang paling produktif. Hingga saat ini, dia telah menelurkan tujuh album dan 29 video musik. Kegigihan bermusik Mel C berbuah manis saat dirinya berhasil mencatatkan rekor di Guinness World Records sebagai penyanyi wanita pertama yang memiliki 11 lagu di peringkat pertama tangga lagu Inggris.

Jauh berbeda dari tiga sahabatnya, Victoria Beckham dan Geri Halliwell justru tak sibuk berkecimpung di dunia tarik suara. Keduanya memilih untuk menjalankan bisnis fashion dan mengurus keluarga.

Destiny's Child (Foto: Facebook @destinyschild)
zoom-in-whitePerbesar
Destiny's Child (Foto: Facebook @destinyschild)

Sejak Destiny’s Child bubar, hanya Beyoncé yang kini sukses besar sebagai solois. Ia telah memenangkan 305 penghargaan dari 842 nominasi, termasuk 25 piala MTV Video Music Awards, 22 piala Grammy Awards, dan 11 piala Billboard Music Awards. Forbes menempatkan Beyoncé sebagai penyanyi wanita dengan penghasilan tertinggi setelah pendapatannya mencapai Rp 1,43 triliun di tahun 2017.

Kelly Rowland menjadi personel kedua yang paling sukses sebagai penyanyi solo. Ia telah menelurkan empat album dan bermain di tiga film, ‘Freddy vs Jason’ (2003), ‘The Seat Filler’ (2005), dan ‘Think Like a Man’ (2012). Tahun lalu, Rowland juga merilis sebuah buku berjudul ‘Whoa, Baby!: A Guide for New Moms Who Feel Overwhelmed and Freaked Out (and Wonder What the #*$& Just Happened)’.

Selain itu, sebagai penyanyi, kamu tentu tidak bisa melupakan adegan romantis Rowland dan Nelly di lagu 'Dilemma', bukan?

Walau tak sehebat teman-temannya, Williams juga bertahan di dunia hiburan setelah tak lagi berkarier bersama Destiny’s Child. Ia kini dipercaya untuk tampil menjadi presenter di berbagai program televisi, seperti ‘Fix My Choir’ (2014), ‘The View’ (2015), dan ‘The Talk’ (2017).

Meski Beyoncé sukses besar, dua personel Destiny’s Child lainnya kurang beruntung. Hal itu berbanding terbalik dengan prestasi para personel Spice Girls yang jauh lebih merata. Meski Victoria Beckham dan Geri Halliwell tak lagi terjun ke dunia musik, keduanya tetap memiliki banyak penggemar dan mampu menghasilkan banyak keuntungan lewat bisnis fashion yang mereka tekuni.

4. Reuni

Reuni Spice Girls (Foto: Instagram : @victoriabeckham)
zoom-in-whitePerbesar
Reuni Spice Girls (Foto: Instagram : @victoriabeckham)

Spice Girls sempat menggelar tur reuni pada 2007. Mereka menyambangi 47 negara, termasuk Amerika Serikat, Spanyol, dan Kanada. Dari penjualan tiket tur tersebut, Spice Girls mendapat keuntungan sebesar Rp 1,45 triliun. Sayangnya, pembatalan tur di Beijing, Hong Kong, Sydney, Cape Town, dan Buenos Aires mendatangkan banyak kontroversi.

Pada 2012, Spice Girls kembali reuni dengan menyanyikan dua lagu, ‘Wannabe’ dan ‘Spice Up Your Life’, di upacara ajang Olimpiade musim panas di Inggris. Penampilan memukau mereka mampu mengobati rasa rindu di hati para pecinta Spice Girls.

Tahun ini, mereka akan kembali menggelar reuni. Meski tidak ada tur, berbagai agenda sudah dipersiapkan oleh semua personel Spice Girls dan mantan manajer mereka, Simon Fuller.

“Akan ada proyek dalam bentuk program televisi di China, ajang percarian bakat, endorsement, dan album kompilasi. Namun, Victoria dan Geri takkan bisa menjalani tur karena keluarga dan komitmen bisnis,” ungkap seorang sumber seperti dikutip The Sun.

Destiny's Child (Foto: Facebook @destinyschild)
zoom-in-whitePerbesar
Destiny's Child (Foto: Facebook @destinyschild)

Di tahun 2007, Destiny’s Child pernah menggelar reuni kecil di BET Awards dengan menyanyikan lagu ‘Get Me Bodied’ milik Beyoncé. Di tahun 2013, Beyoncé tampil untuk memeriahkan Super Bowl Halftime Show. Sebenarnya, penampilan tersebut adalah penampilan solo Beyoncé, namun dia memberikan kejutan dengan mengajak Rowland dan Williams menyanyi dan menari bersamanya. Mereka membawakan 'Bootylicious', 'Independent Women Pt. 1', dan bahkan menyanyi bersama di lagu 'Single Ladies'.

Pada tahun 2015, mereka kembali bersatu di ajang penganugerahan musik Stellar Awards dan membawakan lagu ‘Say Yes’. Penampilan mereka kemudian di-remaster dan bisa dibeli serta didengarkan secara resmi melalui iTunes dan Spotify.

Di tahun 2016, melalui akun Instagram milik Rowland, para personel Destiny’s Child terlihat melakukan mannequin challenge. Hal itu membuat para fans semakin rindu untuk melihat reuni Destiny’s Child di atas panggung.

Alhasil, fans meminta agar Beyoncé bisa memboyong para personel Destiny’s Child tampil di Coachella 2018. Sayang, pihak pelantun 'Formation' itu menampik hal tersebut.

“Kami diberi tahu bahwa fans Beyonce selalu ingin melihat apa yang mereka mau. Nyatanya, tak ada reuni Destiny’s Child di Coachella,” ungkap perwakilan dari pihak Beyoncé yang menolak untuk disebutkan namanya.

Destiny’s Child selalu mengecewakan jika bicara soal reuni. Mereka tak pernah lagi menggelar tur atau konser tunggal yang besar. Beyoncé kelihatannya lebih menikmati tampil sebagai solois. Tak seperti Spice Girls yang selalu terlihat mencintai satu sama lain, termasuk manajer lama mereka. Toh, mereka sudah tiga kali menggelar reuni untuk mengobati rasa rindu para pecinta musik dunia.