Kumparan Logo

Syuting di Laut, Filmmaker 5cm: Revolusi Hati Bangun Adegan Badai Sendiri

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
konferensi pers film official teaser trailer film 5cm Revolusi Cinta di Jakarta, Selasa, (22/09/2026). Foto: Agus Apriyanto
zoom-in-whitePerbesar
konferensi pers film official teaser trailer film 5cm Revolusi Cinta di Jakarta, Selasa, (22/09/2026). Foto: Agus Apriyanto

Jika film 5cm (2012) sukses menyihir penonton lewat keindahan puncak Gunung Semeru, karya teranyar 5cm: Revolusi Hati menjelajahi lanskap perairan Indonesia.

Tak main-main, tim produksi Soraya Intercine Films bahkan merancang adegan badai dengan memadukan syuting di laut lepas dan fasilitas tangki air (water tank) sendiri.

Produser Sunil Soraya mengungkap, latar perairan dan ekosistem bawah laut ini didasarkan pada kebutuhan naskah cerita, bukan sekadar mencari sensasi visual semata.

"Kalau gunung harus naik gunung dan harus punya stamina segala macam. Kalau laut sangat berbahaya karena laut itu luas. Dan kami juga ada adegan badai dan lain-lain di tengah laut. Syutingnya itu dengan cuacanya cukup sulit," ungkap Sunil Soraya.

Produser film Sunil Soraya saat konferensi pers film official teaser trailer film 5cm Revolusi Cinta di Jakarta, Selasa, (22/09/2026). Foto: Agus Apriyanto

Tantangan di laut diakui Sunil menelan anggaran produksi yang tidak sedikit, terutama untuk logistik dan penyediaan banyak kapal demi menangkap gambar secara maksimal dari berbagai sudut.

"Kalau dana, di laut mungkin lebih, ya. Karena kami butuh banyak boat dan lain-lain untuk capture gambarnya semua. Tapi dua-duanya cukup sulit sih sebetulnya," jelas Sunil.

Sunil menegaskan pihaknya sebisa mungkin menghindari ketergantungan pada CGI. Soraya Intercine Films memilih pendekatan praktikal dengan membangun instalasi hidrolik khusus.

"Mas Emil mungkin merasa bahwa kita enggak terlalu suka CGI, gitu kan. Jadi apa yang kita buat adalah tiga kombinasi. Pertama, kita syuting laut. Kedua, kita bangun water tank, gitu. Jadi kita bangun itu hydrolic system buat wave-nya juga. CGI-nya untuk menambal hal-hal yang kekurangan atau tidak bisa tercapai dengan manual," beber Sunil.

Konferensi pers film official teaser trailer film 5cm Revolusi Cinta di Jakarta, Selasa, (22/09/2026). Foto: Agus Apriyanto

Sunil menekankan, komputer hanya difungsikan sebagai pendukung minor demi faktor keamanan para pemain dan kru saat adegan badai berada pada level yang terlalu berbahaya di alam bebas.

"Kami berusaha semuanya kalau bisa minimal CGI. Ada hal-hal yang terlalu bahaya, mungkin kalau storm terlalu besar, jadi kami bangun di environment yang bisa kita kontrol, ada safety, dan lain-lain," terang Sunil.

Raline Shah Terpukau

Prinsip minim CGI ini rupanya menarik perhatian aktris Raline Shah saat menyambangi lokasi produksi. Hal itu dibocorkan oleh salah satu pemeran, Olivia Morrison.

"Sempat ada waktu Raline Shah datang ke lokasi dan Pak Sunil dibilang Christopher Nolan-nya Indonesia karena saking gak mau pakai CGI," tutur Olivia.

Kendati menguras fisik, para pemain juga dibekali pelatihan menyelam intensif hingga mengantongi lisensi resmi SSI, serta dikawal oleh tim penyelam profesional, tim penyelamat, hingga Basarnas.

Versi 5cm Revolusi Hati jadi prekuel film pertaman 5cm (2012). Film garapan Emil Heraldi ini dibintangi Roman King sebagai Zafran, Rachel Aseelah sebagai Azizah, Wironggo Vercaemer sebagai Riko, Olivia Morisson sebagai Astri, Ali Fikry sebagai Asep, dan Bimasena sebagai Ari Wibowo.

Film 5cm Revolusi Hati siap tayang di bioskop dalam tahun ini.