Tampil Perdana di Java Jazz Festival, Syahravi: Seperti Mimpi Jadi Kenyataan
·waktu baca 3 menit

Untuk pertama kalinya sejak memulai perjalanan musiknya satu dekade lalu, Syahravi akhirnya berdiri tampil di atas panggung festival musik bergengsi di Asia, Java Jazz Festival 2025, yang digelar di JIEXPO Kemayoran.
Di tahun spesial yang menandai 20 tahun penyelenggaraan Java Jazz Festival, Syahravi tampil di hari ke-2 di Wonderful Indonesia Stage. Ia menjadikan momen ini sebagai tonggak penting dalam kariernya sebagai musisi, penyanyi, penulis lagu, produser musik, dan gitaris.
Penampilan ini bukan sekadar hadir di festival besar — bagi Syahravi, ini adalah puncak dari persiapan panjang selama lebih dari dua bulan. Ia menyusun setlist yang mencerminkan perjalanan artistiknya, melatih diri secara intens bersama band, membangun soundscape pertunjukan dengan sistem audio pribadi, hingga memperkuat kemampuan vokal melalui sesi bersama pelatih vokal Indra Aziz.
"Buat gue, Java Jazz itu punya tempat spesial. Dari remaja, gue rutin datang buat nonton musisi-musisi favorit. Hari ini bisa berdiri di sini, bawa karya gue sendiri dan main gitar sendiri di setiap lagu, itu dream come true banget,” ujar Syahravi dalam keterangan resminya.
Meski tampil hanya bersama tiga pemain inti, yaitu Agung Munthe (keyboard), Riyandi Anda Putra (drum), dan Rian Idola (sequencer), Syahravi membuktikan bahwa kualitas tidak selalu bergantung pada kuantitas.
Sepanjang penampilan, Syahravi sukses menyanyikan dan memainkan gitarnya langsung di setiap lagu, menyajikan pertunjukan yang penuh emosi, keintiman, dan musikalitas yang utuh.
Ia membuka penampilannya dengan “Tak Berarti” dari album Kita (2015), lalu mengalir mulus ke “Just Call Me Baby!” dari EP Romansa (2025), menampilkan sisi playful dan romantis khas dirinya. “TRY TRY TRY” dari 2018 hadir sebagai pengingat evolusi musikalnya, diikuti dengan “Miliki Aku” dan versi daur ulang “Diantara Kata”, penghormatan personal terhadap Fariz RM dan musik klasik Indonesia.
Salah satu highlight malam itu adalah penampilan lagu “Closer” bersama Uap Widya yang hadir sebagai tamu spesial. Disusul dengan “I Choose U” dan “Delusional” dari EP Romansa, yang memperlihatkan sisi reflektif Syahravi soal relasi dan ekspektasi dalam cinta modern.
Ia menutup set dengan dua lagu yang saling melengkapi secara emosional: “4ever” yang manis dan penuh harapan, serta “I Hate U” yang menjadi katarsis emosional untuk menutup malam.
Menurutnya, Java Jazz tetap menjadi salah satu panggung paling tepat dan solid untuk musisi Indonesia menunjukkan karya mereka secara proper dan berkelas.
Dengan musikalitas yang ia bentuk sendiri — sebagai penulis, produser, dan performer — Syahravi membuktikan bahwa kejujuran dan konsistensi bisa membawanya menuju panggung-panggung yang lebih besar.
"Aku berharap energi dan respons hangat dari Java Jazz ini bisa menjadi awal untuk tampil di lebih banyak festival dan ruang pertunjukan, menyuarakan kisah dan romansa yang ia rawat dalam lagu-laguku," pungkasnya.
